Ahmad Ali Tekankan Pentingnya Toleransi Antar Umat Beragama, Agama Jangan Dijadikan Topeng (Jilid 20) 

Tolitoli, KABAR-DESAKU.COM – Pemerintah sangat dibutuhkan untuk membicarakan kerukunan umat beragama.

Jangan lagi ketika bicara kerukunan umat beragama hanya dijadikan topeng belaka.

Kita seharusnya jujur bicara tentang toleransi. Karena toleransi adalah sangat penting dan menjaga kerukunan umat beragama diperlukan kesadaran semua pihak.

Sebab selama ini, soal kerukunan umat beragama tidak pernah tuntas dibicarakan.

Menjadi sebuah diskursus bagi kita bersama untuk menelisik lebih jauh perihal yang disampaikan oleh tokoh kharismatik Sulawesi Tengah yakni Ahmad Ali, Selasa (06-08-2024), saat lawatan politiknya bertemu dengan para tokoh agama dan para pendeta di Kabupaten Tolitoli Sulteng.

Baca juga: Menikmati Mendoan bukan Hanya Kopi, Tapi Ini

Pemahaman yang sangat luas dari seorang Ahmad Ali dalam menguraikan betapa pentingnya toleransi umat beragama ditengarai kerukunan beragama di Sulteng yang hanya menggunakan topeng belaka tapi tindakan nyata.

Tak ada yang mau jujur dalam melaksanakan toleransi antar umat beragama di daerah ini.

Yang dipahami oleh Ahmad Ali tentang toleransi dalam beragama ukurannya seharusnya adil, tidak ada lagi pihak yang terpaksa menerima keputusan sepihak hanya karena minoritas.

Selama ini minoritas takut berbicara. Seharusnya kita semua berbicara terbuka agar kerukunan ini dijalani secara sepenuh hati.

Maka sangat tidak berlebihanlah kiranya jika Ahmad Ali meminta agar lembaga keagamaan tidak berpolitik praktis, tapi memberikan pencerahan terhadap situasi politik, sehingga lembaga keagamaan bebas nilai dan bisa berkomunikasi dengan politisi mana saja.

Baca juga: Ahmad Ali Akan Fokus Tingkatkan Pelayanan & Fasilitas Pendidikan untuk Terwujudnya Sulteng Sejahtera (Jilid 19)

Toleransi dan Lingkungan Inklusif

Melalui toleransi umat beragama, kita dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua orang tanpa memandang latar belakang agamanya.

Dengan saling menghargai keyakinan satu sama lain, kita memberikan ruang bagi perkembangan spiritual masing-masing individu sambil tetap menjaga hubungan sosial yang baik.

Menyikapi betapa pentingnya pemahaman dan penerapan toleransi dalam kehidupan beragama yang tentunya merupakan perubahan yang serius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dilaksanakan oleh umat beragama.

Toleransi tidak mengenal batas waktu, tempat, dan dengan siapa kita melakukannya, melainkan kita melakukannya dengan semua orang.

Toleransi tidak hanya dipraktikkan oleh etika yang menghargai ras, agama, budaya, suku, dan kelompok yang berbeda dengan kita, akan tetapi sikap menghargai pendapat orang juga adalah termasuk bagian dari toleransi.

Baca juga: Apresiasi untuk Perangkat Desa, Pemerintah Berikan NIPD Berikut ini Manfaatnya

Toleransi dalam beragama memiliki pengertian yaitu tindakan saling menghargai antar umat beragama.

Tidak peduli apapun agama yang dianut, antar masyarakat harus saling menghargai satu sama lain.

Toleransi antar umat beragama merupakan hal yang penting untuk dimiliki setiap orang saat ini.

Jika setiap orang memiliki sikap toleransi yang tinggi, maka ini akan meminimalisir terjadinya konflik antar umat beragama, dan kehidupan antar umat beragama pun akan terjalin dengan tentram dan damai.

Maka dari itu, sangatlah penting untuk menerapkan sikap toleransi dengan umat beragama lainnya.

Baca juga: Demi Wujudkan Budaya Wayang, Koperasi Konsumen Nasional Kulon Progo, Gelar Wayang Kulit Di Anjungan Yogyakarta

Toleransi dan kebebasan adalah dua hal yang sering berseberangan dalam kehidupan manusia, terutama dalam masyarakat di mana perbedaan persoalan ini menjadi rumit jika didekati dalam ranah agama.

Kebebasan beragama dipandang sebagai sesuatu yang mengganggu kerukunan.

Adapun ketika toleransi beragama diartikan sebagai pemberian kebebasan kepada sesama manusia dan masyarakat untuk menjalankan keyakinannya atau mengatur hidupnya dan menentukan nasib masing-masing.

Pemberian kebebasan itu dilakukan selama ia tidak melanggar dan tidak bertentangan dengan asas terciptanya ketertiban dan kedamaian dalam masyarakat.

Al-Qur’an merupakan fundamen (dasar) bagi berdirinya toleransi yang sangat kaya dan luar biasa.

Baca juga: Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Rumah Baca Purnama Gelar Lomba Menyanyi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Substansi yang dituturkan al-Qur’an bukan hanya menjaga jiwa, agama, harta, akal dan keturunan, tetapi juga menjunjung tinggi agama-agama dan kepercayaan lain.

Maka seluruh umat beragama harus memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan nasional yang dilaksanakan bangsa Indonesia.

Nilai-nilai religius harus dapat memberikan motivasi positif dan menjadi arah tujuan dalam seluruh kegiatan pembangunan di Indonesia.

Peraturan dan kerja sama antar umat beragama mutlak diperlakukan.

Soal hubungan antar umat beragama adalah soal yang sangat peka.

Banyak kejadian yang kadang-kadang mengarah kepada permusuhan dan penghancuran aset nasional disebabkan isu yang dikaitkan dengan hubungan antar agama, atau isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan).

Toleransi antar umat beragama perlu kita tanamkan dalam kehidupan kita, karena itu sangat penting bagi semua orang di dunia saat ini.

Semakin banyak orang yang memiliki sikap toleran, semakin baik bagi negara ini, karena konflik dapat dikurangi dan kehidupan antar umat beragama akan jauh lebih baik dan damai.

Inilah mengapa sangat penting untuk menerapkan sikap toleransi sekarang, karena akan sangat membantu dalam kehidupan kita di masa depan.

Baca juga: Bantu Atasi Diabetes, Ini Kandungan dan Bukti Ilmiah Bunga Telang

Sikap toleransi dapat kita mulai dari diri sendiri, contohnya jika kita melihat atau mendengar sesama kita menimbulkan sikap intoleran, kita bisa menegurnya dan jangan membiarkannya.

Untuk itu, kita sebagai generasi penerus bangsa mari belajar menghargai dan menerapkan sikap toleransi kepada sesama entah itu perbedaan suku, agama, maupun ras, karena sejatinya kita semua bersaudara.

Apa yang diuraikan di atas, setidaknya menjadi alas pikir kita semua dalam menjalankan konsep kesadaran akan pentingnya toleransi antar umat beragama.

Dan Ahmad Ali tanpa basa-basi menegaskan bahwa toleransi yang selama ini selalu dikemas dengan kerukunan, jangan hanya dijadikan topeng belaka.

Namun substansi dari toleransi dan kerukunan itu, khususnya di tanah Tadulako harus membumi dan mengawal arah positif membawa masyarakat Sulawesi Tengah untuk lebih baik menuju Sulteng sejahtera.***

BERSAMBUNG

Ditulis oleh : Maulana Maududi ( Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS)




One thought on “Ahmad Ali Tekankan Pentingnya Toleransi Antar Umat Beragama, Agama Jangan Dijadikan Topeng (Jilid 20) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *