BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM — Upaya penguatan budaya literasi berbasis keluarga terus diperkuat di Kabupaten Banjarnegara. Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Banjarnegara sekaligus Bunda Literasi Kabupaten, Ny. Sahida Andinasari Wakhid, secara resmi melantik 20 Bunda Literasi Kecamatan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan untuk masa bakti 2025–2029.
Pelantikan yang berlangsung di Sasana Bhakti Praja, Kamis (22/1/2026), ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjadikan literasi sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui Posyandu yang bersentuhan langsung dengan keluarga.
Dilansir dari laman resmi Pemkab Banjarnegara, dalam sambutannya, Ny. Sahida Andinasari menegaskan bahwa literasi tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Menurutnya, Posyandu merupakan ruang yang sangat potensial untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
“Literasi adalah fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ketika literasi hadir di ruang-ruang yang dekat dengan keluarga, seperti Posyandu, dampaknya akan jauh lebih terasa dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Apresiasi Kader Posyandu Desa Luwung, Rumah Baca Purnama Umumkan Nominasinya
Ia menjelaskan bahwa Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga menjalankan enam bidang Standar Pelayanan Minimal, termasuk pendidikan dan sosial. Kondisi ini, menurutnya, membuka peluang besar untuk mengintegrasikan program literasi ke dalam aktivitas Posyandu.
“Posyandu kini menjadi simpul layanan masyarakat. Dengan kolaborasi lintas sektor, Posyandu bisa menjadi pintu masuk membangun budaya literasi keluarga,” tambah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjarnegara tersebut.
Ny. Sahida juga memaparkan bahwa berdasarkan Survei Tingkat Kegemaran Membaca Perpustakaan Nasional RI Tahun 2025, skor kegemaran membaca masyarakat Banjarnegara mencapai 61,38 dan berada pada kategori sedang.
Capaian ini dinilainya sebagai potensi yang harus terus ditingkatkan melalui peran aktif Bunda Literasi di tingkat kecamatan.
“Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah memiliki minat. Tugas kita adalah memastikan akses dan pendampingan literasi semakin dekat dengan keluarga,” jelasnya.
Baca juga: 53 Tahun PKK Tak Pernah Lelah! Ini Rahasia Kekuatan Perempuan Desa yang Jarang Disorot
Salah satu Bunda Literasi Kecamatan yang dilantik, Dwi Hastin Sapto Aji, menilai bahwa literasi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, tidak hanya di sekolah.
“Literasi tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Keluarga adalah lingkungan belajar pertama. Peran Bunda Literasi menjadi sangat penting untuk menggerakkan budaya baca dari rumah,” ungkap guru Bahasa Indonesia di salah satu SMP tersebut.
Ia menambahkan, Posyandu memiliki keunggulan karena sudah memiliki kedekatan dengan ibu dan anak.
“Posyandu bisa menjadi ruang literasi yang sederhana namun efektif, misalnya melalui pojok baca, membaca bersama anak, atau penyediaan buku-buku parenting. Dampaknya mungkin tidak instan, tetapi sangat kuat untuk jangka panjang,” imbuh istri Camat Punggelan ini.
Baca juga: Saling Berkolaborasi Perpustakaan Desa Gembongan Banjarnegara Turut Mewarnai Posyandu Remaja
Pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah kepala OPD terkait, di antaranya Kepala Disarpus Banjarnegara Arief Rahman, Kepala Dispermades PPKB Hendro Cahyono, Kabid PAUD Dindikpora Sunarto, perwakilan Dinas Kesehatan, para camat, serta pengurus Posyandu Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara.
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap Posyandu tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga berkembang sebagai ruang tumbuhnya budaya literasi keluarga dan masyarakat.*** (mpras)


























