BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah menorehkan sejarah bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-455. Dalam momen istimewa tersebut, Kabupaten Banjarnegara berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi minum 45.500 gelas Dawet Ayu secara serentak pada Kamis (26/2/2026).
Pemecahan rekor dunia ini berlangsung dalam suasana Ramadan dan dilaksanakan tepat saat waktu berbuka puasa.
Kegiatan terpusat di Alun-alun Banjarnegara serta diikuti secara serentak oleh masyarakat di 20 kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan pemecahan rekor tersebut.
Ia menegaskan bahwa kemeriahan acara tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga menyebar luas hingga ke seluruh kecamatan dan disaksikan secara daring.
Melalui capaian ini, Bupati Amalia berharap semangat mencintai serta mengapresiasi produk lokal semakin menggelora.
Menurutnya, Dawet Ayu sebagai ikon Banjarnegara tidak hanya layak dibanggakan masyarakat setempat, tetapi juga memiliki potensi untuk dikenal hingga ke tingkat internasional.
Dalam momentum Hari Jadi ke-455 ini, Bupati juga menekankan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar melihat usia daerah, melainkan menjadi refleksi perjalanan sejarah panjang yang sarat nilai perjuangan.
Ia berharap semangat ini dapat diwariskan kepada generasi penerus demi mewujudkan Banjarnegara yang lebih maju, sejahtera, dan tetap menjaga kelestarian alam.
Baca juga: Serunya Berburu Takjil di Pasar Ramadhan PUJAMAS Binorong Banjarnegara
Sementara itu, Kepala MURI Semarang, Ari Andriani, menegaskan bahwa rekor yang dipecahkan Kabupaten Banjarnegara tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional, tetapi juga dikukuhkan sebagai rekor dunia.
Ia menjelaskan, rekor sebelumnya tercatat sebanyak 11.999 gelas Dawet Ayu. Untuk memecahkannya, jumlah minimal harus melebihi 10 persen dari rekor tersebut.
Namun, antusiasme masyarakat Banjarnegara dinilai luar biasa karena capaian kali ini hampir empat kali lipat dari rekor sebelumnya.
MURI pun memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Dawet Ayu dinilai bukan sekadar minuman khas daerah, melainkan juga simbol budaya, sejarah, serta kearifan lokal masyarakat Banjarnegara.***




























