Bikin Haru! Ujian Sekolah di SLB Negeri Lewoleba Tunjukkan Semangat Luar Biasa Anak Berkebutuhan Khusus

Lembata, NTT – Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti pelaksanaan Ujian Sekolah di SLB Negeri Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Di balik ujian berbasis kertas dan pensil yang terlihat biasa, tersimpan kisah luar biasa dari 17 peserta didik berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian dengan penuh semangat dan perjuangan.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak Rabu, 23 April hingga Sabtu, 26 April 2025, mulai pukul 08.00 WITA setiap harinya.

Ujian berlangsung aman, lancar, dan tertib berkat kerja keras 22 guru dan 4 staf pendukung yang tergabung sebagai panitia dan pengawas.

Baca juga: Kebun Teh Sikatok Wonosobo, Cuci Mata Segarkan Jiwa

Peserta Didik dengan Ketunaan Beragam, Semangat Sama Besar

Sebanyak 17 siswa yang mengikuti ujian berasal dari jenjang SDLB (7 siswa), SMPLB (8 siswa), dan SMALB (2 siswa).

Mereka terdiri dari anak-anak dengan kondisi tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, hingga autisme, yang semuanya mengikuti ujian dengan pendekatan individual sesuai kebutuhan mereka.

Siswa SLB Negeri Lewoleba saat mengerjakan ujian

Plt. Kepala SLB Negeri Lewoleba, Paulus Geradus Hurint, S.T., Gr., menegaskan bahwa ujian ini bukan sekadar proses evaluasi pendidikan, melainkan bagian dari upaya untuk menanamkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kesiapan menghadapi masa depan bagi setiap anak.

“Setiap anak memiliki potensi unik. Tugas kami adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkannya. Ujian ini adalah bagian dari proses tersebut,” jelasnya dalam arahan kepada para pengawas.

Baca juga: 3 Desa Eksotis Di Ile Ape Lembata, Kaya Budaya dan Sumber Daya

Dapat Kunjungan Khusus dari Koordinator Pengawas Kabupaten

Pada hari pertama pelaksanaan ujian, SLB Negeri Lewoleba mendapat kunjungan langsung dari Koordinator Pengawas Dikmen dan Diksus Kabupaten Lembata, Yohanes Mamun, S.Pd., M.Pd.

Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi atas persiapan matang yang dilakukan oleh pihak sekolah.

“Kualitas ujian harus tetap terjaga, meski ada kekhususan dalam pelaksanaannya. Kita ingin tunjukkan bahwa anak-anak SLB juga punya kemampuan luar biasa dan pantas mendapat tempat dalam sistem pendidikan nasional,” tegasnya.

Plt Kepala Sekolah dan Dewan Guru SLB Negeri Lewoleba berfoto bersama

Dampingi dengan Hati, Bukan Sekadar Prosedur

Ujian di SLB Negeri Lewoleba bukan hanya soal menjawab soal. Para guru dan tenaga pendamping yang telah terlatih mendampingi siswa satu per satu, memastikan mereka merasa nyaman, didukung, dan dimampukan untuk menunjukkan potensi terbaiknya.

Suasana hari pertama dan kedua ujian terasa sangat positif. Ruang-ruang kelas dipenuhi aura ketekunan dan semangat tinggi dari para peserta didik yang ingin memberikan yang terbaik—bukan untuk nilai semata, tapi untuk masa depan mereka.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *