PEKALONGAN, KABAR-DESAKU.COM – Akhir pekan kali ini redaksi akan membawa sobat kabar desa menuju ke ekowisata Petungkriyono.
Petungkriyono merupakan hutan tropis dengan luas mencapai 6000 hektar dengan kekayaan flora dan fauna yang beragam.
Di tempat ini, sobat kabar desaku dapat melihat pohon-pohon berukuran besar dan berusia ratusan tahun.
Apabila beruntung, sobat kabar desaku juga dapat menyaksikan langsung fauna langka, seperi Owa Jawa.
Selain sebagai hutan tropis, Petungkriyono juga dikenal sebagai kawasan wisata, terutama wisata alam.
Sobat kabar desaku dapat bermain air dan menikmati dinginnya air pegunungan dengan mengunjungi di Curug Bajing, Curug Lawe, dan Curug Muncar.
Baca juga: Penggunaan Listrik dengan Bijak: Menjaga Lingkungan dan Menghemat Biaya
Apabila sobat kabar desaku ingin menikmati alam Petungkriyono lebih lama, sobat dapat bermalam di penginapan Omah Kayu yang tersedia di kawasan Curug Lawe.
Tak hanya itu, sobat kabar desaku juga dapat merasakan sensasi river tubing dan body rafting di Welo River dekat Jembatan Sipingit atau mendaki hingga Puncak Hanoman, Puncak Tugu, dan Puncak Rogojembangan.
Ekowisata Petungkriyono berada di sabuk Pegunungan Dieng.
Adapun alamat Wisata Petungkriyono berada di Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.
Jalan yang ditempuh menuju Wisata Petungkriyono dari pusat Kabupaten Pekalongan hanya berjarak kurang lebih 34 kilometer.
Ekowisata Petungkriyono dibuka rata-rata adalah 24 jam dan hampir setiap hari buka menerima wisatawan.
Ketika akhir pekan Ekowisata Petungkriyono biasanya ramai pengunjung.
Objek wisata yang berada di kawasan Ekowisata Petungkriyono kebanyakan bertemakan curug, atau air terjun.
Untuk itu pihak pengelola wisata menyarankan kepada pengunjung untuk kembali sebelum malam.
Kecuali di objek wisata yang menyediakan jasa area camping bisa menginap.
Baca juga: Desa Wisata Lolong: Penyejuk Hati Hingga Inspirasi Lirik Lagu Ada di Tempat ini
Untuk fasilitas yang ada di Wisata Petungkriyono ini sudah memadai. Seperti toilet, dan area parkir.
Bahkan fasilitas warung penjaja makanan, dan minuman sudah ada di dekat lokasi utama yang menjadikan pengunjung tidak kahwatir dan mudah menemukan apa yang menjadi kebutuhan saat itu.
Untuk biaya atau tiket masuk kawasan ekowisata petungkriyono ini tergolong sangat murah.
Sebagai contoh tiket masuk Curug Bajing dan Curug Muncar hanya dikenakan Rp10.000 per orang.
Sedangkan tiket masuk Bukit Watu Ireng dikenakan biaya Rp5.000 per orang.
Adapun untuk Parkir di kawasan Ekowisata Petungkriyono rata-rata Rp3.000 untuk motor, Rp5.000 untuk mobil.***




























