Gagasan Brilian Petani Milenial Rembang: Satu Areal Sawah, Satu Embung Kecil untuk Selamatkan Panen di Musim Kemarau!

REMBANG, KABAR-DESAKU.COM – Kekeringan yang kerap melanda Kabupaten Rembang saat musim kemarau menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian.

Menghadapi tantangan ini, sekelompok petani milenial muncul dengan solusi segar: membangun satu embung kecil di setiap areal pertanian.

Ide ini langsung mendapat sambutan positif dari Bupati Rembang.

Ketua Kelompok Tani Milenial Kabupaten Rembang, Wiwik, menegaskan bahwa kunci ketahanan air tidak harus selalu melalui pembangunan embung berkapasitas besar.

Baca juga: Gunung Kembang Wonosobo: Si Anak Sindoro yang Cantik, Bersih, dan Menantang!

Ia menilai, saat musim kemarau, embung besar pun tak mampu menjawab kebutuhan air seluruh petani secara merata.

“Kelemahan embung besar adalah airnya cepat habis saat kemarau,” ujarnya dalam acara sarasehan petani yang digelar di halaman Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) belum lama ini.

Sebagai alternatif, Wiwik mengusulkan pembangunan embung kecil semi permanen yang dapat dibuat dengan cara sederhana, yakni menggali di pinggir parit dan melapisinya dengan plastik membran untuk menampung air hujan.

“Cara ini lebih hemat dan lebih tepat sasaran. Satu areal sawah cukup punya satu embung kecil,” jelasnya.

Bupati Rembang, Harno, menyambut baik ide ini. Ia menilai usulan tersebut sebagai terobosan yang layak dicoba, terutama di tengah krisis air yang terus mengintai lahan pertanian.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa realisasi pembangunan embung harus mempertimbangkan kepemilikan lahan.

Baca juga: Dawet Siwalan, Sensasi Segar dari Rembang yang Bikin Ketagihan!

“Kalau lahannya milik petani sendiri atau tanah desa, Pemkab siap bantu penggalian. Tapi kalau lahannya bukan milik sendiri, ya harus ada kesepakatan dulu,” kata Harno.

Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan kesiapan petani, harapan akan pertanian yang tangguh di tengah kemarau bukan lagi sekadar wacana, tapi bisa segera menjadi kenyataan.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *