MEDAN, KABAR-DESAKU.COM – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dibuka di Stadion Harapan Bangsa, Aceh dan juga dilakukan secara simbolis di Stadion Baharuddin Siregar, Sumatera Utara, pada Senin (9/9/2024).
Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman menyebut pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, mempertandingkan 65 cabang olahraga yang terdiri dari 87 disiplin serta 1.042 nomor pertandingan.
Seluruh pertandingan sudah dilakukan sejak akhir Agustus lalu atau sebelum pembukaan.
“PON 2024 di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara ini merupakan PON yang berbeda dengan sebelumnya karena diselenggarakan di dua provinsi dan diikuti 38 kontingen,” kata Marciano di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/9).
Selain pembukaan secara resmi di Stadion Harapan Bangsa, Aceh. Provinsi Sumatera Utara tidak ingin kehilangan momentum untuk menyemarakkan pesta olahraga nasional empat tahun sekali itu.
Baca juga: Selain Susu, Ikan Ini Sumber Kalsium Terbaik untuk Tulang yang Kuat
Panitia Besar (PB) PON XXI Wilayah Sumatera Utara menyiapkan layar besar atau videotron untuk masyarakat yang ingin menonton pembukaan ajang tersebut di Stadion Baharuddin Siregar, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.
Ketua Bidang Upacara PB PON XXI Wilayah Sumatera Utara, Mahfullah P Daulay, membeberkan videotron lebih dari lima meter itu diletak di luar stadion, guna memfasilitasi masyarakat yang ingin menikmati dari luar venue.
“Jadi selain memfasilitasi yang tidak kebagian untuk membeli tiket gratis secara daring melalui website pon2024.id, kami juga menyiapkan layar besar untuk masyarakat yang memang ingin menonton dari luar stadion,” kata pria yang kerap disapa Ipunk itu di Medan.
Sedangkan di dalam stadion, panitia membuat kegiatan off air seperti parade defile dan pertunjukan live musik yang mengundang band papan atas, yakni J-Rocks untuk menghibur penonton.
Selain itu, kegiatan lucky draw atau pengundian nomor voucher juga dilakukan, guna memberikan hadiah seperti 1 mobil, lima sepeda motor, kulkas, dan lainnya.
Ia mengungkapkan, kapasitas stadion yang bisa terpakai dan dipersiapkan panitia sebanyak 5.080 kursi untuk masyarakat, pejabat, dan tamu undangan.
Baca juga: Selamat!, Jalan Usaha Tani Desa Bangun Rejo Lampung Selatan Segera Dibangun
Meski dihari pertama pembukaan, perburuan emas di PON XXI sudah berlangsung secara sengit.
Berdasarkan data laman pon2024.id yang dipantau KABAR-DESAKU.COM, pagi ini, Selasa (10/9/2024), tuan rumah Sumut masih bersaing ketat dengan Jawa Barat (Jabar) dalam perburuan medali emas. Keduanya sama-sama meraih 12 emas.
Namun, total 46 medali yang diperoleh Jabar masih sulit disaingi oleh tuan rumah yang hanya mengumpulkan 18 medali.
Peringkat kedua pun milik Jabar, sedangkan provinsi beragam etnis dan agama ini harus puas di posisi ketiga.
Untuk peringkat pertama, Jawa Timur (Jatim) tampil perkasa dengan mengumpulkan 21 emas dan total 42 medali.
Cabang olahraga senam artistik, barongsai, dan balap sepeda masih menjadi penyumbang emas paling banyak untuk kontingen tersebut.
Dua medali emas balap sepeda mountain bike (MTB) nomor individual downhill, menambah pundi-pundi emas tim paling timur Pulau Jawa itu.
Bahkan, di sektor putra, dua pebalap Jatim finish urutan satu dan dua dalam balapan yang digelar di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Kabupaten Karo, Senin (9/9), sehingga menambah perolehan medali dari satu perak.
Selain itu, cabang olahraga boling nomor tunggal putri juga menyumbang emas melalui perjuangan Shinta Ceysaria Yunita yang mengalahkan wakil Sumut, Nadia Pramanik Nuramalina.
Sementara untuk Jabar, dayung merupakan penyumbang emas paling banyak, yakni enam medali ditambah dua perak dan satu perunggu.
Prestasi itu diikuti aerosport paramotor, dengan tiga emas, satu perak, dan dua perunggu.
Boling turut menambah pundi-pundi emas melalui nomor tunggal putra yang diraih Adhiguna Widiantoro.
Atlet tersebut berhasil menundukkan wakil DKI Jakarta, yakni Yeri Ramadona melalui gim ketiga atau penentu, dalam format pertandingan best of three.
Untuk kontingen Sumut, barongsai menjadi bintang utama penyumbang emas. Cabang olahraga yang baru pertama kali dipertandingkan dalam PON, menambah raihan empat emas dan satu perunggu bagi tuan rumah.
Menguntit di posisi keempat, kontingen DKI Jakarta mencoba merangkak naik dengan total meraih 10 emas, 19 perak, dan 17 perunggu.
Posisi mereka dibayangi oleh Aceh yang juga membukukan 10 emas, meski medali lain masih jauh di bawah Jakarta.
Dihari pertama pembukaan PON XXI kontingen dari Jawa Timur berhasil meraup emas tertinggi.***




























