Pacitan, KABAR-DESAKU.COM – Suroto Kepala Desa Wora-wari Kecamatan ini Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Merupakan sosok Kepala Desa (Kades) kebanggaan warganya.
Suroto menjabat Kepala Desa ketika Ia terpilih sebagai Kepala Desa pada tahun 2020 lalu.
Tidak cuma pandai memimpin Dedanya, Kepala Desa satu ini juga ahli dalam bidang seni.
Darah seni yang mengalir dari orang tuanya membuat Kepala Desa Wora-wari ini memiliki keahlian seni lukis.
Baca juga: Daftar Perangkat Desa, Pahami Syarat dan Batasan Usia
Bukan hal sulit bagi Suroto Kepala Desa Wora-wari untuk membikin karya lukis bergaya rupa-rupa.
Ribuan kanvas putih yang dirinya poles, pun kini telah beredar luas di tangan para pecinta.
Melansir dari ketik.co.id, pada Rabu, 7 Agustus 2024, Suroto belajar melukis secara otodidak, selama duduk di bangku SMP.
Kepala Desa ini mengaku bahwa dirinya sudah sering melayani permintaan lukis dari orang-orang.
“Pernah saya buat lukisan untuk pemilik kos tempat saya tinggal. Nah tetangga sekitar ternyata juga minat pengen beli,” ujarnya di kantor desa.
Suroto sempat menunjukkan beberapa karya lukisan yang turut mempercantik kantor pemerintah desa Wora-wari tempatnya bekerja saat ini.
Ada tiga buah, satu di ruang Kepala Desa, dan yang dua di ruang pelayanan.
“Ini saya buat pas waktu SMA,” ujarnya sambil menunjuk lukisan bergambar Desa Wora-wari Tempo Dulu dibelakang tempat duduknya.
Suroto bercerita, sebelum menjabat kepala desa ia pernah merantau ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia bekerja di perusahaan swasta.
Menurut Suroto, seni lukis dalam dirinya kala itu redup.
“Saat itu kan jadi karyawan membuat waktu saya sangat terbatas,” ucapnya.
Kebetulan pula, saat di Daerah Istimewa Yogyakarta, Suroto dipertemukan dengan komunitas lukis.
Akhirnya, itu menjadi pemicu dirinya bergairah ingin kembali melukis.
Singkat cerita, ia memutuskan pulang kampung.
Hal tersebut Suroto gunakan untuk mengaplikasikannya keahlian lukis, paska diasah di komunitas.
Suroto mencoba membeli kanvas 100 buah, niatnya akan dipakai untuk melukis seratus tempat potensi wisata di Pacitan. Namun karena sesuatu, keinginan itu kandas.
“Lha baru jadi lima, enam itu sudah dipesan orang, niat saya itu buat ajang pameran, lha ternyata kok malah begitu laku,” cerita Suroto.
Suroto cenderung mendalami aliran lukis bergaya realisme dan naturalisme.
Goresan imajinernya, kerap diambil dari suatu hal nyata.
“Kalau saya lebih menuangkan sesuatu yang jelas realisnya ada, tapi memang yang paling saya nikmati ketika membumbui detail dalam kanvas, seperti menempatkan warna, gelap terangnya. Nikmatnya justru malah di situ,” ungkapnya.
Di sela-sela penat melaksanakan tugas negara, melukis adalah obat bagi Suroto.
Meskipun tubuh terasa lelah, dua malam tidak tidur pun dirinya sanggup.
Pernah ia melukis dari malam hingga fajar demi menyelesaikan karya.
“Tapi ya nggak tahu, padahal sangat lama tapi terasa tidak capek,” ujarnya.
Suroto mengaku, pemesanannya cukup beragam warna.
Dari warga biasa hingga para pejabat negara sudah pernah memborong lukisannya.
Namun, saat ditanya soal tarif per karya, ia enggan menyebut harga.
Dugaan kuat harga lukisan itu pastinya tidak murah.
“Tidak bisa kalau mau memberikan tarif ya, kadang ada lukisan yang hanya berwujud abstrak dinilai sampai miliaran,” jelasnya.
Baca juga: Banyak Tumbuh di Lingkungan Pedesaan, Ternyata Begini Khasiat Daun Salam untuk Kesehatan
Berbeda saat masih muda. Kades Suroto mengaku kini dirinya tak begitu longgar waktu, sebab kesehariannya saat ini adalah melayani masyarakat.
“Kadang pas waktu sedang melukis sudah ada tamu, akhirnya ya mau gimana lagi. Harus ditinggal dulu,” tandasnya menutup perbincangan.
Kisah kepala desa Wora-wari ini bisa dijadikan inspirasi bagi siapa saja khususnya generasi muda.
Dengan seni ternyata mampu membuat hidup lebih indah dan berguna.
Selain itu berkarya itu bisa dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu jadi apa.
Suroto sosok kepala desa yang tidak hanya pandai memimpin namun juga ahli melukis ini pantas untuk dijadikan inspirasi.***





























One thought on “Inspiratif!, Kepala Desa Ini Selain Pandai Memimpin Juga Ahli Melukis”