KABAR-DESAKU.COM – Warga Desa Adipasir, khususnya Dukuh Lebak, kembali menggelar tradisi Sadranan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan acara Tarhib Ramadhan dan syukuran yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di rumah salah satu sesepuh Dukuh Lebak.
Meski cuaca hujan deras mengguyur wilayah tersebut, semangat warga untuk hadir tidak surut.
Baca Juga: Pantai Kemiren Cilacap, Wisata Pantai Eksotis dengan Panorama Alam dan Aktivitas Seru
Para jamaah tetap berdatangan dengan penuh antusias demi mengikuti rangkaian acara yang sudah menjadi tradisi turun-temurun itu.
Suasana kebersamaan dan kekhidmatan begitu terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Naseh Nasrullah menyampaikan bahwa Sadranan merupakan warisan leluhur yang sarat makna dan tidak boleh ditinggalkan.
Tradisi sadranan, menurutnya, menjadi salah satu bentuk persiapan spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah.
“Sadranan adalah tradisi turun temurun dari kakek nenek moyang kita yang tidak boleh ditinggalkan, karena Sadranan menjadi salah satu amalan untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan,” ucapnya di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, menjaga tradisi bukan sekadar melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur di tengah masyarakat.
Momen menjelang Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membersihkan hati.
Baca Juga: Desa Adipasir Tingkatkan Literasi dengan Hadirnya Platform Digital Garasi Belajar
Sementara itu, Taufik Hidayat, salah satu jamaah yang turut hadir, mengaku senang tradisi tersebut tetap dijaga hingga kini.
Taufik berharap generasi muda dapat terus melanjutkan warisan budaya dan keagamaan tersebut.
“Ini adalah sebuah tradisi, jadi jangan sampai dihilangkan, terus salurkan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Acara Tarhib Ramadhan dan Sadranan di Dukuh Lebak kemudian ditutup dengan doa bersama dan makan bersama.***




























