Kajian Kitab Safinatun Najah Desa Adipasir: Mengupas Tasyahud dalam Sholat

KABAR – DESAKU. COM – Pada Jumat, 9 Agustus 2024, suasana Desa Adipasir menjadi penuh dengan semangat keagamaan ketika masyarakat setempat berbondong-bondong menghadiri kajian kitab Safinatun Najah

Kajian kitab Safinatun Najah selalu dinantikan masyarakat Desa Adipasir.

Kajian kitab Safinatun Najah kali ini dipimpin oleh Ustadz Naseh Nasrullah dari Desa Lengkong.

Baca Juga: Masyarakat Keluhkan Ancaman Bencana, Ahmad Ali Siapkan Kesiapsiagaan Bencana dan Langkah Mitigasi Terpadu (Jilid 24)

Kajian kitab Safinatun Najah tidak hanya menjadi momen untuk mendalami ajaran-ajaran Islam, tetapi semakin memperkuat iman dan keislaman jamaah yang hadir.

Kajian kitab Safinatun Najah yang dimulai dengan kirim doa khusus untuk almarhumah Hajah Muslikhah, adik kandung dari K.H Mohammad Hasan yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara, menambah suasana haru di awal acara.

Hajah Muslikhah yang baru saja berpulang di hari ini, dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati di masyarakat.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang, sehingga doa yang dipanjatkan pada kesempatan tersebut terasa begitu khusyuk dan menyentuh hati.

Setelah sesi doa bersama, Ustadz Naseh Nasrullah melanjutkan dengan penyampaian materi utama, yakni tentang bacaan tasyahud.

Tasyahud atau at-Tahiyyat (ٱلتَّحِيَّات) merupakan bagian esensial dalam salat, di mana seorang muslim duduk di tanah menghadap kiblat, memuliakan Allah, Rasulullah, serta hamba-hamba Allah yang saleh, kemudian dilanjutkan dengan membaca dua kalimat syahadat.

Dalam kajian kitab Safinatun Najah tersebut, Ustadz Naseh Nasrullah menjelaskan tentang syarat-syarat bacaan tasyahud yang diambil dari kitab Safinatun Najah.

Kitab Safinatun Najah terkenal di kalangan pesantren sebagai salah satu rujukan utama dalam memahami syariat Islam secara rinci.

Penjelasan mengenai tasyahud yang diuraikan oleh Ustadz Naseh Nasrullah mengajak para hadirin untuk lebih memperhatikan setiap detail dalam bacaan ini, agar pelaksanaan salat menjadi lebih sempurna.

Menurut kitab Safinatun Najah, ada 21 tasydid dalam bacaan tasyahud, yang terdiri dari 5 tasydid penyempurna dan 16 tasydid minimal.

Tasydid ini terdapat pada beberapa kata penting dalam tasyahud, antara lain:

1. Pada kalimat (التَّحِيَّاتُ), tasydid terletak pada huruf TA dan YA.

2. Pada kalimat (الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ), tasydid terletak pada huruf SHOOD.

3. Pada kalimat (الطَّيِّبَاتُ), tasydid terletak pada huruf THOO dan YA.

4. Pada kalimat (للهِ), tasydid terletak pada LAM Jalalah.

5. Pada kalimat (السَّلاَمُ), tasydid terletak pada huruf SIN.

6. Pada kalimat (عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ), tasydid terletak pada huruf YA, NUN, dan YA.

7. Pada kalimat (وَرَحْمَةُ اللهِ), tasydid terletak pada LAM Jalalah.

8. Pada kalimat (وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ), tasydid terletak pada huruf SIN.

9. Pada kalimat (عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ), tasydid terletak pada LAM Jalalah.

10. Pada kalimat (الصَّالِحِيْنَ), tasydid terletak pada huruf SHOD.

11. Pada kalimat (أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ), tasydid terletak pada huruf LAM ALIF.

12. Pada kalimat (إلاَّ اللهُ), tasydid terletak pada huruf LAM ALIF dan LAM Jalalah.

13. Pada kalimat (وَأَشْهَدُ أَنْ), tasydid terletak pada huruf NUN.

14. Pada kalimat (مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ), tasydid terletak pada huruf MIM, RO, dan LAM Jalalah.

Baca Juga: Perangkat Desa Bagaimana Kepastian Hukumnya Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Lebih lanjut, Ustadz Naseh Nasrullah juga menjelaskan bahwa tasydid minimal dalam shalawat kepada Nabi Muhammad SAW ada 4, yaitu pada kata “ALLAHUMMA” (LAM dan MIM), “SHOLLI” (LAM), dan “MUHAMMAD” (MIM).

Sementara itu, salam minimal dalam salat cukup dengan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum” dengan tasydid pada huruf SIN.

Penjelasan ini memberikan pemahaman baru bagi para jamaah tentang pentingnya memperhatikan bacaan dalam salat, khususnya pada bagian tasyahud.

Dengan menghayati setiap tasydid yang ada, diharapkan salat yang dilaksanakan menjadi lebih khusyuk dan sempurna.

Pengajian rutin di Desa Adipasir ini tidak hanya menjadi ajang untuk menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi momen silaturahmi bagi warga desa.

Kebersamaan dalam kegiatan keagamaan seperti ini semakin mempererat tali persaudaraan anatr warga Desa Adipasir dan juga sebagai komunitas yang kokoh dalam keimanan dan persaminima

Semoga kajian kitab Safinatun Najah ini membawa berkah dan manfaat yang besar bagi seluruh warga, serta semakin meningkatkan ketakwaan mereka kepada Allah SWT.***




2 thoughts on “Kajian Kitab Safinatun Najah Desa Adipasir: Mengupas Tasyahud dalam Sholat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *