Kajian Rutin Desa Adipasir: Pentingnya Mengaji untuk Kehidupan Sehari-hari

KABAR – DESAKU. COM – Pada sore yang cerah ini, Sabtu, 3 Agustus 2024, warga Desa Adipasir Dukuh Lebak berkumpul di Mushola Al Hasan untuk mengikuti kajian rutin yang dipimpin oleh Ustadz Naseh Nasrullah.

Dengan gaya penyampaian yang humoris dan penuh keceriaan, Ustadz Naseh membahas tentang pentingnya ibadah sholat, terutama sujud, dalam kehidupan sehari-hari.

Sujud merupakan salah satu rukun dalam sholat yang memiliki makna mendalam.

Ketika sujud, kita meletakkan kepala—yang merupakan simbol kemuliaan manusia—di bawah pantat.

Baca Juga : Kajian Sabtu Sore Masjid Roudlotul Huda Dusun Cikura Desa Luwung, Ustadz Abdullah Raup Sampaikan Tentang Sumber Dari Perbuatan Manusia

Tindakan ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada Allah SWT dan wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Dalam sujud, kita diajarkan untuk merendah dan tidak sombong. Ustadz Naseh menekankan bahwa semua harta dan jabatan yang kita miliki adalah pemberian Allah SWT.

Oleh karena itu, kita harus selalu rendah hati dan tidak merasa lebih baik dari orang lain.

Sujud adalah pengingat bahwa tanpa pertolongan dan rahmat Allah SWT, kita bukanlah siapa-siapa.

Untuk sujud yang sah, beberapa bagian tubuh harus menempel pada tempat sujud, yaitu:

1. Kening beserta hidung.

2. Dua telapak tangan yang dibuka lebar.

3. Dua lutut yang harus menempel secara bersamaan.

4. Jari-jari kaki harus menekan lantai, minimal ibu jari kaki.

Rasulullah SAW melarang sujud seperti onta, yaitu menekankan agar saat turun, lutut didahulukan.

Baca Juga :Tahan Hingga 2 Minggu, Ternyata Begini Cara Menyimpan Bawang Merah yang Benar

Syarat Sahnya Sujud

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sujud dianggap sah:

1. Menggunakan tujuh anggota tubuh yang telah disebutkan di atas.

2. Kening harus terbuka, tidak tertutup peci, mukna, atau lainnya.

3. Kening harus ditekan saat sujud.

4. Tidak ada niat yang beralih saat sujud, baik disengaja maupun tidak.

5. Tidak ada penghalang yang mengganggu, seperti sorban yang menutupi kening.

6. Bagian belakang harus lebih tinggi daripada bagian depan.

7. Tukmaninah (ketenangan dan ketentraman) harus tercapai.

Selain, mengajarkan syarat sah dan bagian tubuh saat sujud, Ustadz Naseh Nasrullah juga mengajarkan doa pada sujud terakhir

الهم ارزقني مخرجا

Allohuma arzukni makhroja

Artinya: yaa Allah berikanlah kepadaku jalan keluar

Melalui kajian ini, Ustadz Naseh Nasrullah mengajak kita semua untuk lebih memahami dan menghayati setiap gerakan dalam sholat, khususnya sujud.

Dengan memahami makna dan syarat sahnya sujud, kita dapat menjalani ibadah sholat dengan lebih khusyuk dan mendapatkan manfaat spiritual yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari.

Mengaji dan mengikuti kajian rutin seperti ini sangat penting untuk memperdalam pengetahuan agama dan memperkuat iman kita kepada Allah SWT.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *