Banjarnegara, KABAR-DESAKU.COM – Kajian rutin Sabtu Sore kali ini, Sabtu (3/8/2024) Masjid Roudlotul Huda Dusun Cikura Desa Luwung Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara menghadirkan Ustadz Abdullah Raup.
Pada kesempatan kali ini, Ustadz Abdullah Raup mengajak jamaah masjid Roudlotul Huda Dusun Cikura Desa Luwung untuk mempelajari tentang Pendengaran, Penglihatan dan Hati.
Materi yang disampaikan Ustadz Abdullah Raup mungkin nampak ringan dari sisi judul, namun dalam dari sisi maknanya.
Untuk membuka kajian rutin Sabtu Sore Masjid Roudlotul Huda Dusun Cikura Desa Luwung Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara, Ustadz Abdullah Raup membacakan ayat berikut:
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur,”(An Nahl: 78).
Baca juga: Jangan Lakukan Hal Ini Terhadap Bendera Merah Putih, Ada Sanksinya!
Allah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui; tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya.
Dan di antara bukti kekuasaan dan pengetahuan Allah adalah bahwa Dia telah mengeluarkan kamu, wahai manusia, dari perut ibumu.
Kamu sebelumnya tidak ada, kemudian terjadilah suatu proses yang mewujudkanmu dalam bentuk janin yang hidup dalam kandungan ibu dalam waktu yang ditentukan-Nya.
Ketika masanya telah tiba, Allah lalu mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, baik tentang dirimu sendiri maupun tentang dunia di sekelilingmu.
Dan Dia memberimu pendengaran agar dapat mendengar bunyi, penglihatan agar dapat melihat objek, dan hati nurani agar dapat merasa dan memahami.
Baca juga: Meski Banyak Tumbuh di Desa, Warga Perlu Tahu Kandungan dan Manfaat Air Kelapa Muda
Demikianlah, Allah menganugerahkan itu semua kepadamu agar kamu bersyukur.
Ayat tersebut ditutup dengan kalimat: “agar kamu bersyukur bukan untuk yang lain”.
Ayat ini berkait dengan ayat 7 Surat Ibrahim :
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Pendengaran, Penglihatan dan Hati itulah nafs/nafsu / Jiwa/Ego / Akal/ Ananiah dan dari sinilah sumber dari segala perbuatan manusia.
Dengan kata lain dari pendengaran, penglihatan dan hati itulah manusia melakukan perbuatan, apakah perbuatan yang diperintahkan ataupun perbuatan yang dilarang.
Akan tetapi orang beriman harus waspada dengan nafsu tersebut sekalipun nafsu yang terlihat baik sebab semua nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan, artinya sekalipun nafsu yang kelihatannya baik tetap saja akan diarahkan kepada kejahatan.
Hal tersebut sesuai dengan ayat surat Yusuf ayat 53
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Demikian materi kajian Sabtu sore Masjid Roudlotul Huda Dusun Cikura Desa Luwung Kecamatan Luwung Kabupaten Banjarnegara, semoga bermanfaat.***





























Terimakasih ilmunya, semoga jadi amal jariyah