JAKARTA, KABAR-DESAKU.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Ekraf) mengajak Shopee Indonesia untuk memperkuat akses pasar digital serta memperluas pelatihan berbasis komunitas. Langkah ini dilakukan guna mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
Ajakan tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam kegiatan Laporan Capaian Pelatihan Emak-Emak Matic dan GenMatic Periode 2025 yang digelar di Trinity Tower, Jakarta, Rabu (4/3/2025).
Program Emak-Emak Matic dan GenMatic merupakan bagian dari sinergi satu tahun antara Kemenekraf dan Shopee Indonesia dalam memperluas pemanfaatan ekonomi digital bagi masyarakat, khususnya pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Selain itu, Kemenekraf juga menjalankan program EKRAF Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.
Baca juga: Resmi Dilantik, Komite Ekraf Cilacap Siap Jadikan Sektor Kreatif Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Menteri Ekraf menegaskan, kolaborasi dengan Shopee diharapkan mampu memperluas akses pasar digital sekaligus memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM, terutama yang terdampak bencana.
Upaya ini dinilai penting agar proses pemulihan ekonomi masyarakat tidak hanya berlangsung cepat, tetapi juga berkelanjutan.
“Sebagaimana arahan Presiden, kami mengajak Shopee memperluas peran dalam membuka akses pasar digital dan memberikan pendampingan kepada UMKM terdampak.
Sinergi ini juga mendukung program prioritas Presiden, termasuk penguatan Koperasi Merah Putih melalui pelatihan afiliator berbasis komunitas,” ujar Riefky.

Sepanjang 2025, program Emak-Emak Matic dan GenMatic telah menjangkau 2.637 peserta yang tersebar di delapan wilayah, yaitu Malang, Jakarta, Bogor, Surakarta, Balikpapan, Kediri, Bali, dan Tangerang.
Ke depan, Kemenekraf berencana memperluas cakupan program agar dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Salah satu rencana pengembangan adalah menghadirkan program Santri Matic yang menyasar pesantren untuk memberdayakan santri, santriwati, hingga para guru melalui pemanfaatan ekonomi digital.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenekraf bersama Shopee juga memberikan apresiasi kepada sembilan peserta terbaik pada kategori Penjual Shopee, Merchant ShopeeFood, dan Affiliate dalam program pelatihan Emak-Emak Matic dan GenMatic 2025.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem talenta ekonomi kreatif digital.
Capaian program ini dinilai cukup signifikan. Rata-rata komisi afiliator meningkat hingga delapan kali lipat, pendapatan penjual naik sekitar tiga kali lipat, sementara jumlah pesanan melalui layanan ShopeeFood meningkat sekitar 1,8 kali lipat. Bahkan, beberapa peserta mampu meningkatkan performa usaha mereka hingga 20 kali lipat.

Deputy Director Government Relations Shopee Balques Manisang menjelaskan bahwa program pelatihan Emak-Emak Matic dan GenMatic telah berjalan sejak awal 2025 dengan fokus pada peningkatan literasi digital masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan tren positif. Dalam lima tahun terakhir, nilai ekonomi digital nasional meningkat lebih dari 40 persen, dengan total valuasi melampaui USD 100 miliar.
“Sejalan dengan upaya pemerintah, khususnya Kementerian Ekonomi Kreatif, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan peluang ekonomi dan pengembangan sektor kreatif, kami terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan literasi digital,” kata Balques.
Baca juga: Bikin Karier Melejit di Era Digital: Ini Tips Jitu Bangun Personal Branding dan Konten Kreatif!
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Director Shopee Indonesia Christin Djuarto dan Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita.
Sementara itu, Menteri Ekraf juga didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Direktur Konten Digital Yuana Rochma Astuti, serta Tenaga Ahli Menteri Gemintang K. M. dan Hasbil M. Lubis.***
Sumber: Kemenekraf




























