Ketika Sang Petahana Rusdy Mastura Meradang dan Bersiap Mengejar Takdir Akan Keruntuhan Tahtanya (Jilid 37) 

KABAR-DESAKU.COM – Sungguh sangat miris, nelangsa nasib yang direnda oleh seorang Rusdy Mastura yang dia nya adalah petahana Gubernur Sulawesi Tengah, namun seakan tak berdaya mengarungi samudra kontestasi Pilgub Sulteng 2024 demi mempertahankan singgasananya.

Pastinya ada momok yang terkambing hitamkan dari sebab akibat Rusdy Mastura hampir dipastikan gagal merajut perahunya demi berlabuh meneruskan asa dan citanya melanggengkan kekuasaannya sebagai orang nomor 1 di Pemerintahan Sulawesi Tengah.

Nestapa yang bergelayut di ruang dan waktunya Rusdy Mastura ini, berbanding terbalik dengan semakin kokohnya kekuatan riil yang dimiliki oleh Sang Pencerah Sulawesi Tengah yakni Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri.

Pasangan BerAmal itu telah mengantongi dukungan signifikan dari Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKB, PPP, PSI dan Partai NasDem.

Baca juga: Urgensi Dialog Publik Cagub Sulteng, Ahmad Ali Inginkan Langkah Strategis Menelisik Kapasitas Kandidat (Jilid 36)

Demikian dengan koalisi Partai Demokrat, PKS dan PBB, juga memastikan Cagub-Cawagub mereka tampil kepermukaan.

Sementara Sang Petahana Rusdy Mastura, sampai saat ini, tak kunjung memenuhi standar dasar persentase syarat pencalonan.

Berbekal dukungan PDIP (7 kursi), Perindo (2 Kursi) dan Hanura (1 Kursi), Rusdy Mastura masih kurang 1 kursi lagi buat melengkapi syarat mutlaknya mencalonkan dirinya.

Teranyar, Rusdy Mastura Cs masih mengutak-atik PPP, yang sejak awal telah merekomendasikan dukungannya kepada Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri.

Lalu masih menabur hasrat bermimpi untuk mendapatkan Partai Golkar yang juga telah menjatuhkan pilihannya untuk mendukung pasangan BerAmal.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Bayam dan Karakteristiknya

Menurut hemat penulis, Partai Golkar walaupun seusai diterpa badai politik, namun baik pasca Munas Partai Golkar 21 Agustus 2024 ini, siapapun yang terpilih sebagai Ketumnya, untuk perihal penetapan Cagub-Cawagub Sulawesi Tengah, tidak akan bergeser dari Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri.

Sebab menurut hemat penulis, kekuatan riil KIM PLUS telah mengkristal. Adapun partai-partai pendukung Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri notabene penghuni KIM PLUS.

Apalagi dengan keberadaan Abdul Karim Aljufri sebagai pasangan Cawagubnya Ahmad Ali yang sama-sama kita ketahui adalah Sekretaris Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Tengah dan dikhabarkan adalah salah satu orang dekat Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Dan kemustahilan berubahnya dukungan Partai Golkar ke Rusdy Mastura tersebut, diperparah dengan adanya gerbong PDIP disisi Rusdy Mastura.

Dapat dipastikan, koalisi KIM PLUS tidak akan sudi berkoalisi dengan PDIP di arena Pilgub Sulteng. Dan patut dicermati bahwa Perindo juga tidak akan mau mengambil resiko lalu kemudian akan menjalankan garis partai yang telah menentukan nasibnya berada di koalisi KIM PLUS.

Baca juga: Intip Potensi Alam dan Budaya Desa Cipari Cilacap

Lalu ada skenerio yang lebih dahsyat dan sangat ‘Binal’ walau sangat kecil kemungkinan terjadi adalah ketika koalisi PD, PKS dan PBB di Pilgub Sulteng harus mengikuti arah KIM PLUS yang telah ditentukan dari pusat buat mengukur kedalaman suatu kepentingan.

Tak ayal jika hal ini terjadi, pasangan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri akan semakin digjaya melawan kotak kosong.

Artinya bahwa keganasan KIM PLUS dalam hal menguatkan koalisi yang mereka bangun kini, adalah bagaimana kemudian di seluruh daerah-daerah se Indonesia yang menyelenggarakan Pilkada Gubernur, Bupati dan Walikota, menjalankan misi koalisi KIM PLUS ini dengan sebaik-baiknya.

Adapun jika untuk Pilgub Sulteng, ada koalisi PD, PKS dan PBB, juga merupakan bagian dari KIM PLUSS, tidak menjadi ancaman KIM PLUS.

Walau masih ada kemungkinan balik ke kanan menyatu ke koalisi KIM PLUS yang berisikan Partai Gerindra Cs.

Baca juga: Jangan Tergesa-gesa! Ini Tips Memilih Motor Bekas agar Tidak Kecewa

Kemudian jika dalam kondisi normal, maka kirka head to head akan mewarnai kontestasi Pilgub Sulteng kali ini.

Sangat sakit dan menyesakkan dada dari apa yang diderita oleh Rusdy Mastura untuk mempertahankan kekuasaan yang dinikmatinya itu.

Jika benar analisa yang penulis utarakan di atas, Rusdy Mastura hanyalah bisa meradang menyesali nasib baik yang tidak berpihak padanya buat melanjutkan kisah manis bagi dirinya sebagai Gubernur.

Dan sangat lumrah kiranya jika Rusdy Mastura dengan menghargai prinsip-prinsip berdemokrasi dan menyebutkan hancurnya demokrasi di Sulteng, melakukan tudingan keberbagai pihak yang dianggap mengganjal langkahnya untuk kembali bertarung menduduki kursi Gubernur Sulawesi Tengah.

Pembuktian semua itu, akan dapat kita saksikan bersama hingga pukul 23:59 WITA di Tanggal 29 Agustus 2024 ini.

Baca juga: Demi Sulteng Sejahtera, Ahmad Ali Ingatkan Masyarakat Agar Menjaga Kebersamaan, Hindari Prasangka Buruk dan Fitnah (Jilid 35) 

Siapa sajakah yang akhirnya mencukupi untuk mendaftarkan diri sebagai Cagub-Cawagub Sulawesi Tengah periode 2024-2029.

Akankah Rusdy Mastura lolos dari lubang jarum dan melanjutkan kiprahnya sebagai pemecah ombak demokrasi di Sulteng.

Atau justru kiprah Rusdy Mastura di arena kontestasi Pilgub Sulteng sebatas hanya sebagai Bakal Calon Gubernur saja, sehingga gagal menorehkan tinta sejarah melanjutkan periode kedua kepemimpinannya?.***

BERSAMBUNG

Ditulis Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *