Surakarta, KABAR-DESAKU.COM – Senin, 17 Juli 2024 usai melaksanakan sholat Idul Adha, Tim redaksi melakukan wawancara dengan salah satu Pangeran Santana Karaton Surakarta Hadiningrat.
Pangeran dimaksud adalah Kanjeng Pangeran Panji (K.P.P). Edwin Soeryo Putrakusumo.
Tim redaksi juga di temua oleh istri beliau Kanjeng Raden Ayu (K.R.Ay). Tiara Soeryo Putrakusumo.
Baca juga: Pandai Besi Desa Binorong Banjarnegara Banjir Pesanan Selama Jelang Idul Adha
Pembicaraan pagi kami seputar “Memaknai Berkurban dalam Menyambut Idul Adha 1445 H”.
Sambil menikmati kopi pagi ini, K.P.P. Edwin Soeryo Putrakusumo, menyampaikan
“Kurban merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilakukan seluruh umat islam setiap tahunnya, dan Ibadah kurban ini dilakukan setiap bulan Dzulhijjah.”
Baca juga: Panduan Lengkap Ketentuan Qurban Menurut Kitab Fathul Qorib: Syarat, Waktu, dan Tata Cara Ibadah
“Kurban ini diperuntukkan untuk umat muslim yang mampu dan diberikan kepada umat muslim yang kurang mampu, agar mereka setidaknya dalam setahun sekali dapat memakan daging yaitu daging kurban.” imbuh K.R.Ay. Tiara Soeryo Putrakusumo.
K.R.Ay. Tiara Soeryo Putrakusumo, yang merupakan istri K.P.P. Edwin Soeryo Putrakusumo menambahkan kembali,
“Ibadah Kurban ini juga merupakan salah satu pembuktian bahwa sebagai umat islam yang taat pada perintah Allah SWT,” imbuh K.R.Ay. Tiara.
Baca juga: Simak! Cara Efektif Menyimpan Daging Kurban di Kulkas Agar Tidak Bau dan Tahan Lama
“Penyembelihan hewan kurban ini hanya dilakukan pada beberapa hewan seperti hewan ternak sapi, kambing, domba, kerbau, dan unta,” jelasnya lagi.
Saat ditanyakan terkait makna berkurban, Pangeran Edwin Soeryo Putrakusumo mengatakan ada 3 makna dalam berkurban, diantaranya:
1. Waktu yang tepat untuk berbagi
Pada momen berkurban inilah merupakan waktu yang tepat bagi seluruh umat Islam untuk berbagi.
Membagikan sebagian hartanya untuk menyembelih hewan ternak dan diperuntukkan untuk umat Islam lainnya yang kurang mampu.
Dan kita ketahui bahwa Allah SWT juga sangat menyukai hamba-Nya yang saling berbagi dan saling membantu.
2. Menyucikan Harta
Berkurban dapat menyucikan harta bagi umat muslim yang melakukannya.
Berkurban bagaikan membilas harta, dengan bersihnya harta kita, insya Allah kita dapat terhindar dari rasa iri dengki, dan rasa-rasa terburuk lainnya.
3. Sebagai Pertolongan di Hari Akhir
Hewan yang dikurbankan kelak akan menjadi saksi serta sarana penolong dari Allah SWT kepada umat Islam yang melakukan kurban.
Baca juga: Kerjasama Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi Terjalin Antara UNDIP Semarang dan ISBI Aceh
Hewan kurban nantinya akan sebagai kendaraan bagi umat Islam yang melakukan kurban agar selamat pada saat menyebrangi tali sirotol mustaqim dan menyelamatkan jatuh ke api neraka.
Di penghujung wawancara Pangeran tampan ini beserta istrinya, mengucapkan:
“Kami Kanjeng Pangeran Panji (K.P.P). Edwin Soeryo Putrakusumo dan istri Kanjeng Raden Ayu (K.R.Ay). Tiara Soeryo Putrakusumo mengucapkan 1 Selamat Hari Raya Idul Adha 2024. Semoga kurban kita diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi seluruh umat-Nya.”
Demikian 3 makna berkurban menurut K.P.P. Edwin Soeryo Putrakusumo beserta istri K.R.Ay. Tiara Soeryo Putrakusumo, semoga bermanfaat.***





























One thought on “KPP Edwin Soeryo Putrakusumo: 3 Makna Berkurban Bagi Umat Islam”