KABAR-DESAKU.COM – Dalam tradisi Islam, kita mengenal metode penyembuhan spiritual yang disebut dengan Ruqyah. Sering kali ruqyah dikaitkan dengan hal-hal mistis, namun secara esensi, ruqyah adalah bentuk doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu ruqyah, bagaimana sejarahnya berkembang, serta manfaat yang bisa didapatkan. Mari kita simak hingga tuntas satu persatu.
Pengertian Ruqyah
Secara bahasa, ruqyah berasal dari kata Arab raqa, yang berarti perlindungan, jampi-jampi, atau mantra.
Dalam konteks syariat (Ruqyah Syar’iyyah), ruqyah adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang sahih dari Hadits Nabi Muhammad SAW kepada orang yang sakit.
Baca juga: Inovasi Dakwah: Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja Terapkan Ruqyah di Majelis Taklim
Sakit di sini bisa berupa gangguan fisik, psikis, maupun gangguan yang bersifat metafisika (seperti sihir atau ain).
Syarat Ruqyah Syar’iyyah: Agar sebuah ruqyah dianggap sah secara agama, ia harus memenuhi tiga syarat:
-
Menggunakan kalamullah (Al-Qur’an), nama-nama Allah, atau sifat-sifat-Nya.
-
Menggunakan bahasa Arab atau bahasa yang dipahami maknanya (tidak mengandung kesyirikan).
-
Meyakini bahwa ruqyah itu sendiri tidak memberi pengaruh, melainkan Allah-lah yang menyembuhkan.
Baca juga: Mau Selamat di Alam Kubur? Jangan Lupa Baca Surah Ini Sebelum Tidur!
Sejarah Ruqyah
Praktik ruqyah sebenarnya sudah ada sejak zaman Jahiliyah (sebelum Islam datang). Namun, pada masa itu, banyak praktik ruqyah yang dicampur dengan unsur kesyirikan, pemujaan kepada jin, atau penggunaan jimat.
Setelah Islam turun, Rasulullah SAW melakukan “filtrasi” terhadap praktik ini. Beliau melarang segala bentuk ruqyah yang mengandung kesyirikan dan mengajarkan doa-doa yang murni mengesakan Allah.
Salah satu kisah populer dalam sejarah adalah ketika para sahabat Nabi meruqyah seorang kepala suku yang tersengat kalajengking dengan membacakan Surah Al-Fatihah.
Atas izin Allah, orang tersebut sembuh seketika. Sejak saat itu, ruqyah menjadi bagian dari pengobatan Nabawi (Thibbun Nabawi) yang dianjurkan.
Baca juga: Pentingnya Membaca Bagi Santri: Bekal Ilmu dan Amal
Manfaat Ruqyah bagi Kehidupan
Ruqyah bukan sekadar pengusir jin. Manfaatnya sangat luas bagi dimensi spiritual dan mental seseorang:
- Penawar penyakit hati dan psikis, mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an memiliki efek vibrasi yang menenangkan saraf. Ruqyah sering digunakan untuk membantu mengatasi kecemasan (anxiety), depresi, dan perasaan gelisah yang tidak menentu.
- Perlindungan dari gangguan Non-Medis, secara spiritual, ruqyah berfungsi sebagai benteng dari pengaruh jahat seperti sihir, hasad (dengki), dan ‘ain (pandangan mata yang membawa dampak buruk).
- Meningkatkan kedekatan dengan Allah, proses ruqyah adalah proses penyerahan diri total kepada Sang Pencipta. Seseorang yang diruqyah atau melakukan ruqyah mandiri akan merasakan penguatan tauhid dan iman.
- Membantu penyembuhan penyakit fisik, meskipun medis tetap menjadi jalur utama, ruqyah dapat menjadi terapi komplementer (pendamping). Banyak testimoni di mana pasien merasa lebih cepat pulih saat pengobatan medis dibarengi dengan kekuatan doa melalui ruqyah.
Baca juga: 7 Manfaat Khotmil Qur’an bagi Kehidupan Spiritual dan Sosial
Ruqyah adalah bentuk ikhtiar spiritual yang sangat dianjurkan dalam Islam. Penting untuk diingat bahwa ruqyah bukanlah praktik klenik, melainkan bentuk komunikasi hamba kepada Tuhannya melalui perantara mukjizat Al-Qur’an.
Selalu pastikan Anda melakukan ruqyah kepada praktisi yang mengikuti sunnah (Syar’iyyah) dan menghindari mereka yang meminta syarat-syarat aneh yang mengarah pada kesyirikan.***


























