KABAR-DESAKU.COM – Masyarakat Bumi Tadulako mendambakan sosok Gubernur dan Wakil Gubernur yang mampu mengatasi kesenjangan di Sulawesi Tengah.
Maka sangat tidak mengherankan, ketika muncul berbagai pertanyaan yang salah satunya apakah sosok yang berkontestasi dalam Pilgub 2024 bener-bener mempunyai visi dan integritas atau hanya bermodal mengandalkan materi semata bahkan hanya memanfaatkan momentum Pileg 2024 sebagai ajang pencitraan.
Sebagaimana diketahui, Sulteng dan berbagai daerah di tanah Ibu Pertiwi ini, sesuai rencana awal akan menghelat Pilkadasung serentak 27 November 2024.
Dan saat ini telah memasuki pencocokan dan penelitian untuk pemutakhiran data pemilih.
Harapan masyarakat Sulteng pada Pilgub nantinya adalah menghasilkan pemimpin yang berpihak kepada rakyat.
Baca juga: Luar Biasa!, Desa ini Mampu Hasilkan Pendapatan Hingga 14 Milyar
Khususnya bagi masyarakat di berbagai wilayah di Sulteng yang masih merasakan betapa jauhnya ketertinggalan dari masyarakat wilayah perkotaan Sulteng.
Menjadi sebuah harapan yang sepatutnya menjadi kenyataan buat pemimpin Sulteng mendatang dengan membereskan kesenjangan di Sulawesi Tengah.
Untuk itulah dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi dan integritas. Bukan hanya sekedar cuap cuap dan tebar pesona belaka.
Sesungguhnya patut menjadi pertanyaan mendasar adalah dengan apa yang akan dilakukan para calon Gubernur Sulteng untuk mengatasi kesenjangan di Sulawesi Tengah tersebut.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan sudah ada, tetapi masalah yang menggelayut masih banyak.
Baca juga: Lima Ide Usaha Kecil-Kecilan di Desa: Dari Pengangguran Jadi Pengusaha
Kemiskinan masih tinggi, pengangguran juga tinggi, dan tingkat indeks pembangunan manusia (IPM) juga rendah.
Dan kini menuju kontestasi Pilgub Sulteng, nama-nama yang beredar dan diperkirakan menguat serta bersaing ketat adalah Rusdy Mastura (Incumbent), Ahmad Ali dan Anwar Hafid.
Selain didukung oleh partai pengusung masing-masing, ketiganya juga memiliki basis masa yang militan.
Tinggal bagaimana kemudian diantara ketiga kandidat ini, mampu mengelaborasi kemampuan individual yang mereka miliki dan membungkus semua ini melalui sketsa visi dan misi yang mampu menggerakkan hati masyarakat Sulteng untuk memilih mereka.
Sebagai Incumbent walau terlepas dengan pergantian Pj Gubernur, Rusdy Mastura tentunya masih memanfaatkan segala sisi kepemerintahan yang dinakhodainya selama satu periode lalu.
Baca juga: Saat Rekam Jejak Kepiawaian Ahmad Ali Menjadi Solusi Menuju Sulteng Sejahtera (Jilid 10)
Kisi-kisi hitam putih hingga abu-abu pun, tentunya digerakkan oleh Rusdy Mastura beserta koleganya untuk mengamankan tahtanya menuju dua periode.
Adapun Ahmad Ali, juga dikenal sebagai salah satu tokoh di Sulteng dan kini masih menjabat Anggota DPR RI, berniat mewakafkan dirinya untuk Sulteng lebih baik dan sejahtera.
Sementara Anwar Hafid yang digadang oleh Partai Demokrat beserta koleganya, sangat percaya diri, jika sosok pria yang masih menjabat Anggota DPR RI ini dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029 DPR RI itu, mampu bersaing di arena Pilgub Sulteng 2024 ini.
Besarnya harapan warga wilayah daerah pemilihan Anwar Hafid saat Pileg 2024 dan beranggapan bahwa sosok Bupati Morowali dua periode itu untuk meneruskan aspirasi masyarakat Sulteng di DPR RI, adalah amanah yang jangan sampai disia-siakan begitu saja oleh seorang politisi sejati sekaliber Anwar Hafid.
Saat kembali terpilih menjadi Anggota DPR RI Periode 2024-2029, tugas utama Anwar Hafid dan koleganya di DPR RI Periode 2024-2029 adalah meneruskan dengan melakukan pengawasan terhadap pemerintahan provinsi (pemprov), membuat peraturan daerah, dan membahas serta mengesahkan anggaran belanja yang akan digunakan oleh pemprov.
Baca juga: Amalkan 7 Kata Ini Akan Jadikan Hidup Penuh dengan Keberkahan dan Kebaikan
Kita memberikan apresiasi atas posisi Anwar Hafid dan mengucapkan selamat atas keberhasilannya mendapatkan kepercayaan dari publik Sulawesi Tengah untuk bisa kembali duduk di lembaga yang terhormat tersebut.
Kita berharap Anwar Hafid bisa terus konsisten menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh amanah.
Dalam demokrasi, keberadaan lembaga perwakilan rakyat menjadi sentral. Lewat lembaga inilah, para Anwar Hafid bisa mengkritisi jalannya pemerintahan.
Tidak hanya mengkritisi, tugasnya yang juga penting adalah bagaimana mengubah aspirasi publik menjadi kebijakan pemerintah yang kemudian mampu memajukan kesejahteraan umum.
Dalam mengemban tugas yang terakhir itu, Anwar Hafid dan anggota dewan lainnya diharapkan tidak hanya mengedepankan kepentingan kelompok atau konstituennya an sich, tetapi juga mendahulukan kemaslahatan masyarakat secara keseluruhan.
Baca juga: Terlibat Dikegiatan MTQ, Keluarga Ahmad Ali Berangkatkan Ratusan Orang untuk Umroh
Sudah barang tentu, untuk mendahulukan kemaslahatan masyarakat, prasyarat yang dibutuhkan oleh Anwar Hafid adalah kesediaannya untuk menanggalkan kesempitan cara pandang di dalam melihat posisi politiknya sebagai alat yang hanya dipakai untuk mencapai tujuan jangka pendeknya, yakni mencari cara untuk mengganti ongkos kampanye yang telah dikeluarkan.
Kita tidak ingin Anwar Hafid terjebak dalam tujuan jangka pendek itu. Dalam konteks itulah kita mengingatkan agar para Anwar Hafid mampu meraup trust publik melalui optimalisasi meneruskan perannya sebagai anggota dewan 2024-2029 sembari membangun hubungan yang populis dan konstruktif antara dirinya dengan publik.
Kita percaya bahwa semua Anwar Hafid akan terlantik di periode 2024-2029 adalah anggota dewan yang telah selesai dengan urusan dirinya sendiri sehingga mereka betul-betul ingin mendedikasikan dirinya secara total untuk masyarakat.
Semua waktu dan tenaganya akan dicurahkan untuk memperjuangkan aspirasi publik, baik yang mereka wakili maupun tidak.
Anwar Hafid tidak akan mencari proyek dengan menjual pengaruhnya ke pemerintah bahkan tidak akan berusaha menekan pemerintah untuk mendapatkan akses ke sejumlah proyek yang ada.
Baca juga: Lali Janji, Adus Neng Grojogan Sewu: Simak! Petualangan Seru di Desa Tawangmangu
Sosok Anwar Hafid akan menjadi kebanggaan masyarakat Sulteng dengan betul-betul menjadi wakil rakyat yang menjunjung tinggi harkat dan martabat sebagai pejabat negara yang terhormat.
Itulah tipe ideal dari Anwar Hafid sebagai wakil rakyat yang kita inginkan. Karena itulah, kita berharap agar Anwar Hafid bersikap profesional dengan melepaskan egonya demi kepentingan politis pasca Pileg dan khususnya dalam menjalankan serta meneruskan tugasnya sehari-hari sebagai wakil rakyat di DPR RI Periode 2024-2029.
Jangan sampai terbetik dalam benaknya bahwa menjadi wakil rakyat berarti bisa menjadi kaya, punya jabatan prestisius, status sosialnya tinggi, dan punya banyak fasilitas, apalagi sampai melepaskan amanah tersebut tanpa memperdulikan harapan masyarakat yang telah memilihnya sebagai Anggota DPR RI.
Jika itu terjadi, maka kita tidak akan melihat sosok-sosok wakil rakyat yang amanah yang setia mewujudkan semua janji kampanyenya.
Tentu saja masyarakat Sulteng ingin memperoleh hadiah yang terbaik dari wakil rakyatnya dalam lima tahun ke depan.
Mereka ingin agar suara yang mereka berikan tidak sia-sia, dan suara itu bukanlah cek kosong yang seenaknya diisi oleh mereka.
Baca juga: Meski Tidak Berdekatan dengan Laut, Desa di Pegunungan Juga Bisa Budidaya Lobster Air Tawar Lho
Oleh karena itu, kita mengingatkan agar Anwar Hafid bisa memanfaatkan momentum sebagai Anggota DPR RI Periode 2024-2029 ini dengan sebaik-baiknya.
Janganlah Anwar Hafid mencederai kepercayaan publik yang didapatkan dengan susah payah itu dengan bertingkah mengkelabui harapan masyarakat sebagai wakil rakyat di DPR RI, juga pongah dan masa bodoh terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh publik.
Publik akan bersikap skeptis jika kemudian mendapati Anwar Hafid yang pongah dan masa bodoh, dan sikap skeptis itu akan berdampak pada munculnya apatisme bahwa ada atau tidaknya wakil rakyat tidaklah berpengaruh terhadap kehidupan mereka.
Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi karena biaya yang begitu besar telah dikeluarkan untuk mencari dan mendapatkan wakil rakyat.
Dengan demikian, loyalitas keterpilihannya kembali sebagai wakil rakyat tentu harus ditujukan Anwar Hafid kepada rakyat Sulteng dengan tanpa mengurangi loyalitasnya kepada partai.
Partai, pada posisi ini, patut memberi apresiasi kepada wakilnya di gedung dewan yang vokal memperjuangkan kepentingan rakyat meski kadang bertentangan dengan keinginan partai.
Di sisi lain, kita mendorong agar Anwar Hafid mampu membangun sinergi dengan sejawat mereka di lembaga eksekutif dan yudikatif guna menciptakan pemerintahan yang bersih.
Kita juga mendorong agar Anwar Hafid dan koleganya di DPR RI bertandem dengan dengan pihak terkait guna mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik demi mewujudkan pemerintahan yang melayani dan bebas dari maladministrasi.
Jika sinergi antar lembaga ini bisa dibangun, maka rakyat akan melihat bahwa pajak yang mereka keluarkan tidaklah disia-siakan oleh wakilnya.
Sinergi antar lembaga merupakan bagian dari usaha menaati prinsip denokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana amanat UU No. 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.
Kita ucapkan selamat bertugas kepada Anwar Hafid sebagai anggota terpilih DPR RI Periode 2024-2029 dari Sulteng dan akan dikantik pada 1 Oktober 2024 ini.
Semoga Anwar Hafid mampu menjalankan amanah rakyat Sulteng ini dengan baik, fokus, tulus, dan lurus hingga akhir periodesasi DPR RI di 2029 mendatang.
BERSAMBUNG
Ditulis oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS)




























