Meriah dan Mendunia! Festival Balon Udara Wonosobo 2025 Gaet Peserta dari Brazil & Colombia

WONOSOBO, KABAR-DESAKU.COM – Tidak hanya dikenal dengan keindahan alam pegunungannya, Wonosobo juga punya cara unik merayakan tradisi saat Lebaran dan Hari Jadi Kabupaten, yaitu lewat Festival Balon Udara Tradisional yang makin semarak dan mendunia!

Pada puncak Festival Mudik 2025 yang digelar Minggu (6/4) di Alun-Alun Wonosobo, Bupati Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa festival ini berlangsung di 12 kecamatan sejak 1–6 April.

Balon-balon udara ditambatkan, bukan diterbangkan bebas, demi keamanan dan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang kini dikemas modern dan tertib.

“Ini menjadi wadah masyarakat merayakan tradisi secara aman dan mencegah penerbangan balon liar yang berbahaya bagi penerbangan,” jelas Bupati.

Tahun ini, Wonosobo mencanangkan target “Zero Balon Liar”, dan terbukti efektif, dari 50 kasus tahun lalu, hanya 19 kasus ditemukan tahun ini, menurut Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto.

Baca juga: Malam Lailatul Qadar: Keutamaan, Waktu Terbaik, dan Cara Menemukannya dalam 10 Hari Terakhir Ramadan

Gaet Peserta Mancanegara

Yang paling spesial tahun ini, Festival Balon Udara Wonosobo diikuti peserta dari Brazil dan Colombia!

Antusiasme masyarakat pun luar biasa, dari anak-anak hingga orang tua memadati lokasi sejak subuh pukul 05.30 WIB.

“Tahun depan kami targetkan lebih meriah lagi. Tahun ini saja diikuti 40 komunitas balon udara,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agus Wibowo.

Lebih dari Sekadar Balon

Festival ini bukan sekadar hiburan, tapi juga perayaan budaya dan ajang temu kangen para perantau, yang mudik ke kampung halaman saat Idulfitri.

Acara pun dimeriahkan dengan pentas kuda lumping, tari lengger, hingga bazar kuliner khas Wonosobo.

Dan tentu saja, semua balon yang diterbangkan wajib memenuhi standar: maksimal lebar 4 meter, tinggi 7 meter, dan ditambat dengan 3 tali sepanjang 30 meter, agar tidak melebihi ketinggian 150 meter.

“Kami juga bekerja sama dengan AirNav dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan keselamatan udara di wilayah Jawa Tengah tetap terjaga,” tegas Bupati Afif.

Baca juga: Kebun Teh Sikatok Wonosobo, Cuci Mata Segarkan Jiwa

Tradisi Lestari, Udara Tetap Aman

Festival ini menunjukkan bahwa tradisi lokal bisa tetap lestari tanpa mengganggu keselamatan penerbangan.

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Wonosobo berhasil menjadikan budaya balon udara sebagai ikon wisata dan budaya yang aman, kreatif, dan mendunia.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *