Nyadran Sebagai Bentuk Lestarikan Budaya Leluhur

TEMANGGUNG, KABAR-DESAKU.COM – Mendekati Bulan Suci Ramadan, biasanya desa-desa di Kabupaten Temanggung menggelar acara nyadran atau sering pula dalam bentuk syukuran sedekah bumi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh penduduk Dusun Slagen, Kecamatan Kranggan, mereka mengadakan nyadran yang dipusatkan di lingkungan pemakaman desa, Jumat (7/2/2025) pagi.

Kepala Dusun Slagen, Kanthi mengatakan, bahwa tidak hanya warga Dusun Slagen saja yang datang di acara tersebut, akan tetapi, warga dari dusun lain pun juga turut ikut serta berpartisipasi.

Baca juga: Minum Kopi Setiap Hari: Apakah Aman untuk Kesehatan?

Nyadran identik dengan nasi tumpeng dan ingkungnya, akan tetapi, ada makna yang terkandung di dalamnya.

Kepala Dusun mengatakan, bahwa nyadran tersebut untuk mengenang dan mendoakan leluhur, serta bukti bakti anak terhadap orang tuanya.

“Acara ini tidak hanya jatuh di hari Jumat. Kalau tidak hari Jumat Kliwon ya Kamis Kliwon, yang jelas di Kliwon-nya itu di Bulan Syaban,” pungkasnya.*** (Sumber: temanggungkab.go.id)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *