Paguyuban Orang Tua Kelas 8D SMP Negeri 1 Punggelan Panen Raya Sayur Organik di Green House Sekolah

BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Paguyuban Orang Tua Kelas 8D SMP Negeri 1 Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, bersama para siswa melaksanakan kegiatan Panen Raya sayur sawi/cesim dan kangkung di green house sekolah, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini menjadi momen menggembirakan sekaligus edukatif bagi siswa setelah menyelesaikan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) semester gasal.

Usai pelaksanaan ASAS, sekolah mengisi hari-hari pasca ujian dengan berbagai kegiatan dan lomba yang menyenangkan.

Sejumlah lomba digelar, di antaranya permainan bola sarung serta final lomba bulutangkis ganda antar kelas yang berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas.

Di sela waktu istirahat, para siswa memanfaatkan kesempatan untuk melakukan perawatan tanaman yang berada di taman sekolah maupun di green house.

Baca juga: Prodi PBI UNSOED dan Rumah Baca Purnama Kenalkan Literasi Finansial untuk Anak Sejak Usia Dini

Kegiatan ini didukung penuh oleh Paguyuban Orang Tua Kelas 8D dan dibimbing langsung oleh pendamping kegiatan kokurikuler 8DPL.

Pendamping kegiatan, Widijati, menjelaskan bahwa kegiatan bercocok tanam ini merupakan bagian dari pembelajaran karakter dan kepedulian lingkungan.

“Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa belajar tidak hanya di dalam kelas. Merawat tanaman melatih tanggung jawab, kerja sama, dan cinta lingkungan. Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan karena tanaman tumbuh subur,” ujar Widijati.

Saat dilakukan perawatan, para siswa dan orang tua mendapati bahwa tanaman kangkung dan sawi/cesim telah tumbuh dengan baik dan siap dipanen.

Menariknya, seluruh tanaman tersebut ditanam menggunakan pupuk organik murni, sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Baca juga: Siswa Kelas 8D SMP Negeri 1 Punggelan Wujudkan “Taman Cerdas Edukatif” Lewat Program P8 Kokurikuler

Wali Kelas 8D, Sri Muryanti, menyampaikan rasa bangga atas kolaborasi yang terjalin antara siswa, orang tua, dan sekolah.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara paguyuban orang tua dan sekolah dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak. Mereka terlihat sangat senang dan bangga saat panen karena merasa ikut merawat dari awal,” tuturnya.

Panen raya ini disambut antusias oleh para siswa. Keceriaan tampak jelas ketika mereka memetik hasil tanamannya sendiri.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembelajaran kokurikuler yang mendukung pembentukan karakter, keterampilan hidup, serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *