BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Pasar Rakyat Banjarnegara yang digelar di Alun-alun Banjarnegara selama tiga hari, 29–31 Desember 2025, berhasil mencatat nilai transaksi resmi sebesar Rp567 juta.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan langsung pelaku UMKM dengan masyarakat di momen akhir tahun.
Pasar Rakyat diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara sebagai bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi lokal. Beragam pelaku UMKM dari sektor kuliner, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif turut ambil bagian dan meramaikan kegiatan tersebut.
Pada pelaksanaan tahun ini, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banjarnegara untuk ikut berpartisipasi dengan berbelanja produk UMKM di area Pasar Rakyat.
Selain itu, ASN juga diminta membagikan aktivitas belanjanya melalui media sosial sebagai bentuk dukungan nyata.
“Sifatnya wajib agar ASN ikut membelanjakan rezekinya untuk membantu UMKM. Mau beli cilok, dawet, batik, atau kerajinan apa saja silakan, lalu diunggah sebagai bentuk dukungan,” ujar Bupati Amalia.
Ia menambahkan, kebijakan penyediaan stan gratis bagi pedagang bertujuan meringankan beban pelaku usaha kecil agar dapat berjualan tanpa biaya sewa, terutama di momen akhir tahun yang ramai pengunjung.

Dampak positif kegiatan ini dirasakan langsung oleh para pedagang. Nilam, salah satu pedagang mebel, mengaku penjualannya meningkat signifikan selama Pasar Rakyat dibanding hari biasa.
Hal senada disampaikan Bambang, pengusaha kuliner. Menurutnya, Pasar Rakyat memberikan manfaat nyata bagi pedagang kecil.
“Berkah tahun baru, masyarakat senang, pedagang juga senang. Lebih baik ada kegiatan seperti ini daripada hanya pesta kembang api,” tuturnya.
Baca juga: MD KAHMI Banjarnegara Gelar Seminar Nasional Kebangsaan Bahas Ketahanan Pangan
Selain produk UMKM, promosi desa wisata juga menjadi perhatian. Supri, pengelola wisata dari Desa Dawuhan, Kecamatan Wanayasa, mengatakan kuliner khas Bubur Srintil yang dipamerkannya berhasil menarik ratusan pengunjung.
“Pasar Rakyat cukup efektif untuk mengenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, menjelaskan bahwa nilai transaksi Rp567 juta tersebut merupakan hasil pencatatan resmi transaksi di dalam area stan.
“Angka ini belum termasuk transaksi pedagang di sekitar alun-alun. Artinya, dampak ekonomi yang dihasilkan jauh lebih besar,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap kegiatan Pasar Rakyat dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana promosi UMKM sekaligus penguatan ekonomi masyarakat daerah.***




























