SURAKARTA, KABAR-DESAKU.COM – Prosesi Tedhak Siten sekaligus perayaan ulang tahun Raden (R). Galindra Soeryo Prakoso Hadinata, putra dari K.P.P. Edwin Soeryo Putrakusumo dan K.R.Ay. Tiara Soeryo Putrakusumo, digelar khidmat pada Senin (16/2/2026) di Boga Bogi Restaurant.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung penuh makna dengan nuansa adat Jawa yang kental, dihadiri sejumlah tokoh keraton, pejabat publik, serta keluarga besar dari berbagai trah bangsawan Jawa.
Makna Tedhak Siten dalam Tradisi Jawa
Tedhak siten merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Jawa yang menandai momen pertama seorang anak menginjakkan kaki ke tanah atau mulai belajar berjalan.
Secara filosofis, prosesi ini menjadi simbol doa orang tua agar sang anak kelak mampu menapaki kehidupan dengan mandiri, kuat, serta mendapatkan keselamatan dan keberkahan.
Dalam pelaksanaannya, tedhak siten biasanya diisi dengan rangkaian prosesi adat sarat makna, doa bersama, serta ungkapan syukur keluarga atas kesehatan dan pertumbuhan anak.
Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya
K.P.P. Edwin Soeryo Putrakusumo menegaskan bahwa penyelenggaraan acara ini bukan sekadar seremoni keluarga, melainkan bentuk komitmen melestarikan warisan budaya leluhur.
“Tedhak siten adalah warisan budaya yang penuh makna dan doa. Kami ingin Galindra tumbuh dengan mengenal tradisinya sejak dini, serta memohon restu agar ia menjadi pribadi yang berbudi luhur, tangguh, dan membawa manfaat bagi sesama,” ujar K.P.P. Edwin Soeryo Putrakusumo.

KGPH. Puger, BA, KPP. Haryono Soeryo Prabumidjojo dan KRAy. Gatiningsih Haryono Soeryo Prabumidjojo, dalam acara tedhak siten dan ulang tahun pertama Raden (R). Galindra Soeryo Prakoso Hadinata putra pertama KPP. Edwin dan KRAy. Tiara Soeryo Putrakusumo.
Sementara itu, K.R.Ay. Tiara Soeryo Putrakusumo menyampaikan rasa syukur dan harapannya sebagai seorang ibu.
“Setiap tahap tumbuh kembang anak adalah anugerah. Melalui momen tedhak siten dan ulang tahunnya ini, kami memanjatkan doa terbaik agar Galindra selalu dalam lindungan Tuhan, tumbuh sehat, bahagia, dan kelak menjadi kebanggaan keluarga,” ungkap K.R.Ay. Tiara Soeryo Putrakusumo.
Digelar Khidmat dan Penuh Kebersamaan
Prosesi Tedhak Siten dan perayaan ulang tahun Raden Galindra rencananya akan dilaksanakan secara khidmat dengan nuansa adat Jawa yang kental.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya:
- KGPH Puger, BA
- B.R.M. Suryo Triono, S.S., M.Hum., M.M. beserta keluarga
- R.Ngt. Adyasworo, Owner Woro Moro Ent Yogyakarta beserta keluarga
- Bapak Herson Rikumau, S.Kep, anggota DPRD Kota Surakarta Fraksi Solidaritas Indonesia
- KRHT. Gunawan Puspowijoyo beserta keluarga
- K.M.Ay. Ika Putri Sindusiwi, keluarga besar ISKS Paku Buwono V Karaton Surakarta Hadiningrat, bersama putri selaku Pranitis Tedhak Siten
- KRMP. Bambang Sosrodiningrat selaku fotografer
- R.Ay. Fanitika Bambang Sosrodiningrat selaku Tatarias Jawi
- R.T. Bagus Priyo Laksono selaku Pambiwara
- RM. Baskoro Prakoso Wibowo beserta istri
- Keluarga besar Ayahanda dalem dan Ibunda dalem
- Jeng Dyah Ayu Pregawati, S.T., M.T.
- Jeng Ira Ariyanti, S.H.
- Tim Angkring Jogja (Mbak Dina Anna Lutfian/Trinil, Mas Ari Purnama, Mas Drs. KRT. Stefanus Prigel Siswanto, M.Hum./Mas Dalijo)
- Eyang R.Ngt. Mudesta Rusmiyati beserta keluarga
- RMT. Momy Satyotomo beserta istri, keluarga besar Puro Mangkunegaran
- Serta tamu undangan lainnya
Kehadiran para tokoh dari lingkungan keraton dan masyarakat umum semakin menambah khidmat suasana serta mempererat tali silaturahmi.
Baca juga: Intip Upacara Adat Tingkeban Keluarga KPP Edwin Soeryo Putrakusumo Wujud Lestarikan Budaya Bangsa
Prosesi berjalan lancar dengan iringan doa serta tata upacara adat yang dipandu secara tradisional. Perayaan ulang tahun yang dirangkaikan dalam satu momentum menjadi simbol syukur atas pertambahan usia sekaligus langkah awal kehidupan Raden Galindra.
Acara ini tidak hanya menjadi perayaan keluarga, tetapi juga cerminan upaya pelestarian budaya Jawa di tengah dinamika kehidupan modern.
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi keluarga besar serta kerabat terdekat dalam suasana penuh doa dan kebersamaan.
Momentum ini diharapkan menjadi awal perjalanan hidup yang penuh keberkahan bagi Raden Galindra Soeryo Prakoso Hadinata, sekaligus menjadi inspirasi pelestarian budaya tradisional di tengah kehidupan modern.***
































