Pemdes Danakerta Sosialisasikan Kebaya dan Bahaya Narkoba di Sejumlah Sekolah

BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Pemerintah Desa Danakerta, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, melaksanakan kegiatan sosialisasi kebaya sebagai seragam adat sekolah yang dirangkaikan dengan edukasi bahaya narkoba.

Rangkaian kegiatan sosialisasi ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, dengan jadwal sebagai berikut:

  1. Jumat, 6 Februari 2026 di SDN 1 Danakerta, SDN 2 Danakerta, dan MI Ma’arif Danakerta.

  2. Sabtu, 7 Februari 2026 di SDN 4 Danakerta, MIM 1, dan MIM 2 Danakerta.

  3. Senin, 9 Februari 2026 di SMPN 3 Danakerta.

Baca juga: Blusukan di Hari Pendidikan Nasional, Bunda Milenial dan BNN Purbalingga Ajak Siswa Tolak Narkoba dan Lestarikan Kebaya

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Danakerta, Bunda Milenial, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga.

Program ini bertujuan menanamkan nilai budaya lokal sekaligus memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para pelajar.

Sosialisasi kebaya sebagai seragam adat sekolah disampaikan oleh Bunda Milenial. Melalui kegiatan ini, para siswa dikenalkan kembali pada identitas budaya bangsa, khususnya kebaya sebagai pakaian tradisional yang sarat dengan nilai kesopanan, keanggunan, dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, BNN Kabupaten Purbalingga memberikan materi edukasi mengenai bahaya narkoba.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis-jenis narkoba, dampak negatif terhadap kesehatan dan masa depan, serta ancaman hukum bagi pengguna maupun pengedar narkotika.

Baca juga: Lestarikan Budaya, Ketua Bunda Milenial Banjarnegara Ciptakan Syair Langgam

Kepala Desa Danakerta yang diwakili oleh Kaur Perencanaan, Imam Sidik, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNN, Bunda Milenial, Polsek Punggelan, pihak sekolah, serta seluruh pihak terkait atas terlaksananya kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi anak-anak sekolah di Desa Danakerta,” ujarnya.

Menurut Imam Sidik, kegiatan ini sangat penting sebagai langkah pencegahan sejak dini agar anak-anak terhindar dari bahaya narkoba.

“Harapannya, generasi ke depan dapat tumbuh sehat, berkarakter, dan terhindar dari risiko serta dampak buruk penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.

Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter pelajar yang berbudaya, berakhlak, serta memiliki kesadaran akan pentingnya hidup sehat tanpa narkoba.

Baca juga: Bunda Milenial Banjarnegara Gandeng BNN Purbalingga Edukasi 400 Siswa SMP Negeri 3 Mandiraja Soal Bahaya Narkoba dan Budaya Kebaya

Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting dalam membina dan melindungi generasi muda.

Para siswa dan pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan edukasi yang seimbang antara pelestarian budaya dan pencegahan perilaku menyimpang.

Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkarakter, berbudaya, dan bebas dari narkoba.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Danakerta, Kartiah, usai kegiatan menyampaikan apresiasinya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bunda Milenial dan BNN yang telah memberikan sosialisasi kepada anak-anak kami. Anak-anak menjadi lebih mengenal kebaya sebagai pakaian adat yang saat ini sudah jarang digunakan, sehingga pengetahuan mereka tentang budaya Indonesia semakin bertambah,” jelasnya.

Terkait sosialisasi dari BNN, Kartiah menambahkan bahwa edukasi ini sangat penting mengingat lingkungan sekitar juga pernah bersentuhan dengan kasus narkoba.

Baca juga: Bertemu Menteri Fadli Zon, Bunda Milenial Bawa Misi Besar untuk Kebaya dan Budaya Indonesia

“Dengan adanya edukasi ini, setidaknya anak-anak mengetahui apa itu narkoba dan bahaya yang ditimbulkan, sehingga kekhawatiran kami dapat diminimalisir,” ujarnya.

Ia berharap ke depan kebaya sebagai pakaian tradisional tetap dilestarikan dan generasi muda Desa Danakerta dapat terhindar dari bahaya narkoba.

“Harapan kami, anak-anak tidak sampai terjerumus ke dalam jurang narkoba karena dampaknya sangat berbahaya,” pungkasnya.*** (Ratih)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *