Pemkab Cilacap Gunakan 4 Strategi Utama Turunkan Angka Kemiskinan

CILACAP, KABAR-DESAKU.COM – Upaya penurunan angka kemiskinan terus diupayakan oleh Pemeritah Kabupaten Cilacap.

Pada tahun 2024, angka kemiskinan di Kabupaten Cilacap tercatat sebesar 10,68%, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 186.080 jiwa.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,31% dari tahun 2023 yang sebesar 10,99%.

Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 10,47% dan nasional sebesar 9,03%.

Baca juga: Ini Analisa Salah Satu Pangeran Muda Karaton Surakarta Hadiningrat, KPP Edwin Soeryo Putrakusumo Terkait Program Lapor Mas Wapres

Hal ini disampaikan oleh Pj. Bupati Cilacap, M. Arief Irwanto, dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Cilacap Tahun 2024 yang digelar di Ruang Jalabumi Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap, Kamis (21/11/2024).

Acara tersebut dihadiri berbagai pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap, Camat se-Kabupaten Cilacap, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap.

Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, Ketua BAZNAS Kabupaten Cilacap, pimpinan BUMN dan perusahaan swasta di Kabupaten Cilacap, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, serta Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM Nahdlatul Ulama Kabupaten Cilacap.

Dalam pemaparannya, Arief menjelaskan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Cilacap pada tahun 2022 sebesar 2,19% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 37.958 jiwa.

Pada tahun 2023 turun menjadi 1,25% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 21.790 jiwa.

Baca juga: Bingung Cari Kerja?, Yuk Kunjungi Job Fair di SMK Dr. Soetomo Cilacap Hari ini

“Intervensi kemiskinan ekstrem tahun 2024 tertuju pada 37 desa prioritas, dengan 374 KK belum memiliki jamban dan 758 KK belum memiliki akses air minum. Kami menargetkan capaian intervensi 100% atau tertangani tuntas hingga akhir tahun 2024,” ungkap Arief.

Untuk tahun 2025, ada empat strategi utama yang akan dilaksanakan dalam percepatan penanganan kemiskinan ekstrem, yaitu mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan kemampuan dan pendapatan, pengembangan dan menjamin keberlanjutan UMKM, serta sinergi kebijakan dan program.

“Keempat strategi ini difokuskan pada peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin serta memastikan keberlangsungan UMKM,” jelas Arief.

Beberapa program yang akan diimplementasikan antara lain Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk peningkatan keahlian dan penciptaan pekerjaan, penguatan lembaga ekonomi lokal, peningkatan kapasitas UMKM, peningkatan kapasitas SDM, pendidikan dan pelatihan vokasi, pemberian bantuan alat produksi, dan Job Fair.

“Kami juga akan terus mengintensifkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha/TJSLP, dan industri di sektor potensial,” tambahnya.

Baca juga: Sukses Garap Makan Bergizi Gratis dan Energi Terbarukan, Presiden Prabowo Ingin Belajar dari Brazil

Arief juga meminta kepada seluruh OPD, Camat, Kades/Lurah untuk terus berinovasi dalam peningkatan usaha masyarakat agar daya beli masyarakat meningkat.

“Khusus untuk seluruh OPD selaku pendamping/pembinaan kewilayahan (Binwil) diharapkan tetap melakukan monitoring dan evaluasi kepada kecamatan dan desa dampingannya, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan intervensi dapat berjalan optimal dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan termasuk kemiskinan ekstrem di Kabupaten Cilacap,” kata Arief.

Di akhir sambutannya, Arief menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan selama ini untuk membantu upaya penanggulangan kemiskinan, terutama dari Forum TJSLP dan BAZNAS.

“Semoga bantuan dan perhatian ini dapat terus berlanjut dan meningkat di masa yang akan datang,” tutup Arief.

Baca juga: 5 Rahasia Kopi Nikmat yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Bikin Kopi Jadi Lebih Mantap!

Acara yang digelar secara hybrid ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Gembong Priyatmo selaku Pimpinan CV. Pendawa Kencana Multifarm Yogyakarta sebagai Narasumber.

Dipaparkan pula gambaran umum progress pertumbuhan Kabupaten Cilacap oleh Kepala Bappeda Kabupaten Cilacap, Sujito. Usai paparan, acara diisi diskusi serta tanya jawab dengan audiens.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *