KABAR-DESAKU.COM – Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini, mayoritas masyarakat menggunakan banyak barang elektronik untuk mempermudah pekerjaan mereka sehari-hari, seperti untuk penerangan, memasak nasi, mencuci baju, menggosok baju dan lain sebagainya.
Padahal semua barang elektronik di atas kebanyakan memerlukan energi Listrik untuk bisa mengoperasikannya.
Tidak seperti masyarakat zaman dahulu di mana cahaya bulan cukup untuk penerangan malam mereka, kayu bakar cukup untuk menanak nasi dan arang dalam besi cukup untuk menggosok atau merapikan pakaian, karena dahulu tidak memakai listrik pun tidak masalah bagi mereka.
Namun bagaimana jika semisal saat ini tidak ada listrik selama tiga hari tiga
malam seperti yang sempat terjadi di sebagian besar pulau Sumatera beberapa waktu lalu?
Kesulitan, tentu bahkan ada yang beberapa orang yang mengalami kerugian yang cukup besar karena tidak adanya Listrik di Sumatera, seperti beberapa industri baik yang besar maupun yang kecil.
Ada juga salah seorang warga Sumatera yang mengaku kecewa karena salah satu
ikan Koi yang telah di peliharanya dengan baik selama beberapa tahun mati karena tidak adanya Listrik.
Lantas bagaimana cara penggunaan listrik secara bijak, bisakah kebijakan
pemakaian Listrik kita mempengeranguhi kehidupan orang lain?
Banyak hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk menggunakan Listrik secara bijak.
Seperti mematikan lampu pada siang hari, mengurangi penggunaan pendingin ruangan atau AC, yang bisa kita ganti dengan cara menggunakan kipas angin.
Bahkan bisa juga dengan cara menanam pohon di sekitar rumah lalu sering-sering membuka jendela, dimana pohon itu sendiri baik untuk lingkungan dan dapat memberikan kesejukan ekstra di sekitar rumah apalagi ketika kita
membuka jendela.
Cara lain adalah mencabut semua colokan alat elektronik yang telah
selesai kita gunakan, seperti televisi, mesin cuci, ponsel, laptop ataupun speaker wireless yang sudah penuh daya batrainya.
Meskipun total daya Listrik yang dapat kita hemat dari kegiatan diatas tidak terlalu besar, namun itu tetap dapat menghemat penggunaan listrik.
Karena jika kita semua mau memulai hemat penggunaan listrik, maka akan berkurang juga jumlah permintaan pasokan lstrik yang dibutuhkan.
Dimana hal tersebut dapat mengurangi efek pemansan global, sebab salah satu pembangkit Listrik di Indonesia, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), membutuhkan Pembakaran Batubara untuk mengoperasikannya meskipun mengeluarkan karbon dioksida dan dapat berpengaruh terhadap atmosfir, namun
PLTU ini adalah penyumbang terbesar yaitu 49,67% dari total kapasitas nasional yaitu sekitar 70,900 Megawatt, itu sungguh angka yang besar bukan?
Maka dari itu, jika kita bisa menghemat penggunaan listrik, akan lebih sedikit juga karbon dioksida yang di keluarkan.
Baca juga: Minggu Pagi Rumah Baca Purnama Dipadati Pengunjung, Ternyata Ada ini
Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk penggunaan listrik secara bijak adalah sebagai berikut :
1. Matikan Penerangan listrik pada siang hari
2. Mematikan alat elektronik (televisi dan AC) yang tidak terpakai
3. Mencabut semua aliran atau colokan elektronik yang telah selesai kita gunakan
4. Minimalisir penggunaan AC dengan cara lebih sering membuka jendela.***
Ditulis oleh: Mutmainah (Peserta lomba menulis artikel Hari Listrik Nasional yang diselenggarakan oleh Rumah Baca Purnama).

























