Tanpa Kembang Api, Banjarnegara Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa Bersama dan Sholawat

BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Mengawali tahun 2026, Alun-alun Banjarnegara menghadirkan suasana yang berbeda dari perayaan tahun baru pada umumnya. Tanpa dentuman kembang api maupun hingar-bingar musik, ribuan warga justru memadati alun-alun dalam suasana khidmat untuk mengikuti Doa Bersama dan Sholawat menyambut Tahun Baru 2026, Rabu malam (31/12/2025).

Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia, khususnya musibah tanah longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara pada November lalu, serta bencana alam yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra.

Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana hadir langsung bersama Wakil Bupati Wakhid Jumali serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), membaur dengan masyarakat dalam doa dan sholawat.

Baca juga: Prodi PBI UNSOED dan Rumah Baca Purnama Kenalkan Literasi Finansial untuk Anak Sejak Usia Dini

Acara yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut menghadirkan Habib Zaidan bin Yahya dan Gus Ahmad Muzakki Mabrur, dengan iringan grup hadroh Sekar Langit yang menambah kekhusyukan suasana.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Banjarnegara, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, dalam laporannya menyampaikan bahwa perubahan konsep perayaan malam tahun baru merupakan arahan langsung pimpinan daerah.

“Malam ini kita menggelar Banjarnegara Bersholawat sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita di Situkung, Pandanarum, serta masyarakat di Sumatera dan Aceh yang tengah diuji bencana. Kita ingin menutup tahun dengan introspeksi diri,” ujar Tursiman.

Meski dikemas dalam nuansa religius, Pemkab Banjarnegara tetap mendorong penguatan ekonomi masyarakat. Rangkaian kegiatan pergantian tahun telah dimulai sejak 29 Desember melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat.

Menariknya, seluruh tenda di kawasan Alun-alun Banjarnegara disediakan secara gratis bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

“Bupati ingin membersamai masyarakat tidak hanya melalui kegiatan religi, tetapi juga dengan mengangkat potensi UMKM dan ekonomi kreatif Banjarnegara,” tambahnya.

Baca juga: Bupati Banjarnegara Kukuhkan Komite Ekonomi Kreatif 2025–2030, Tekankan Kekompakan dan Hilangkan Ego Sektoral

Dalam sambutannya mewakili bupati, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali mengajak masyarakat menjadikan momen pergantian tahun sebagai refleksi dan awal perubahan ke arah yang lebih baik.

“Muga-muga tahun baru punika kula panjenengan sedaya tansah tambah barokah,” ucap Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Wakhid di hadapan ribuan jemaah.

Acara ditutup dengan doa dan sholawat bersama Habib Zaidan bin Yahya tepat saat waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB.

Meski langit Banjarnegara tanpa gemerlap kembang api, suasana terasa hangat dan penuh harap melalui doa-doa yang dipanjatkan demi keselamatan bangsa dan kemajuan Kabupaten Banjarnegara di tahun 2026.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *