Temanggung Terima 500 Ribu Bibit Kopi Arabika, Perkuat Branding dan Ekonomi Petani

TEMANGGUNG, KABAR-DESAKU.COM – Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menerima bantuan 500.000 batang bibit kopi Arabika melalui skema Anggaran Biaya Tambahan (ABT) APBN untuk pengembangan lahan seluas 500 hektare.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Temanggung, Bupati Agus Setyawan menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus kepercayaan pemerintah pusat kepada Temanggung sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan nasional.

Program penanaman ini tersebar di sejumlah kawasan lereng gunung, seperti Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Prau, serta wilayah Kaloran.

Sebanyak 91 kelompok tani di 11 kecamatan menjadi penerima manfaat program tersebut. Menurut Agus, jumlah bantuan ini merupakan investasi besar bagi masa depan pertanian sekaligus perekonomian daerah.

Baca juga: GP Ansor Banjarnegara Pimpin Aksi Konservasi Lingkungan di Situkung, Pandanarum

Adapun varietas kopi Arabika yang dibagikan meliputi Sigarar Utang, Komasti, dan Lini S. Ketiganya dikenal sebagai varietas unggul nasional dengan kualitas biji dan potensi hasil panen yang tinggi.

Selain bernilai ekonomi, tanaman kopi Arabika juga berfungsi sebagai tanaman konservasi. Kopi dinilai mampu menahan erosi di lereng pegunungan, menjaga kesuburan tanah, serta meningkatkan daya serap air di permukaan lahan.

Dengan demikian, penanaman kopi tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan jangka panjang.

Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa penanaman bukanlah akhir dari proses. Perawatan berkelanjutan seperti pemupukan tepat, pemangkasan yang benar, serta pengendalian hama dan penyakit secara rutin menjadi kunci agar hasil panen optimal.

Baca juga: Pemkab Temanggung Dorong Produktivitas Padi Lewat Mekanisasi Pertanian Berbasis Teknologi

Untuk menjaga kualitas sekaligus memperkuat branding kopi Temanggung sebagai kopi unggulan bercita rasa khas, para petani juga diajak konsisten menerapkan sistem “petik merah” atau memanen buah yang benar-benar matang. Menurutnya, kualitas rasa kopi sangat ditentukan oleh proses panen dan pascapanen yang baik.

Pemerintah daerah berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi daerah, serta menjaga kelestarian lingkungan di kawasan lereng pegunungan Temanggung.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *