Tingalan Jumenengan ke-4 Mangkunegara X Digelar Sakral di Surakarta

SURAKARTA, KABAR-DESAKU.COM – Upacara adat Tingalan Jumenengan Dalem atau peringatan kenaikan takhta ke-4 Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (SIJ) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X digelar khidmat di Kota Surakarta, Selasa (27/1/2026).

Rangkaian prosesi diawali dengan penampilan bregada prajurit (bergodo) atau royal defile yang menjadi simbol kewibawaan Mangkunegaran. Suasana semakin sakral dengan pagelaran Tari Bedhaya Anglir Mendhung yang diiringi alunan gamelan khas keraton.

Upacara yang diselenggarakan oleh Pura Mangkunegaran tersebut merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan kepemimpinan Mangkunegara X sejak 2022.

Peringatan ini sekaligus menandai empat tahun masa kepemimpinan SIJ KGPAA Mangkunegara X yang akrab disapa Gusti Bhre.

Sejumlah tokoh nasional dan kerabat keraton turut menghadiri prosesi sakral ini. Hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan ucapan selamat atas Tingalan Jumenengan ke-4 Mangkunegara X.

“Semoga Gusti Bhre senantiasa sehat dan mampu membawa kemajuan bagi Mangkunegaran,” ujar Sumarno seusai acara, dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: K.P.P. Edwin Soeryo Putrakusumo dan K.R.Ay. Tiara Hadiri Jumenengan Mangkunagoro X di Pura Mangkunegaran

Ia berharap Pura Mangkunegaran dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Kota Surakarta, sekaligus menjaga peran strategisnya dalam melestarikan nilai-nilai budaya luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Peringatan Tingalan Jumenengan tahun ini juga dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama istri, Selvi Ananda, yang turut menyaksikan seluruh rangkaian prosesi adat.

Dalam sambutannya, Gusti Bhre menegaskan pentingnya visi Mangkunegaran yang tetap berakar pada tradisi, namun selaras dengan perkembangan zaman.

Peringatan Tingalan Jumenengan tahun ini juga dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama istri, Selvi Ananda

Pada kesempatan tersebut, Mangkunegara X juga menyerahkan serat kekancingan kepada sejumlah tokoh masyarakat sebagai bentuk penghargaan dan penguatan ikatan budaya.

Sebagai informasi, Tingalan Jumenengan merupakan agenda adat sakral yang rutin digelar setiap tahun sebagai peringatan hari naik takhta penguasa Mangkunegaran. Kata tingalan berarti peringatan, sedangkan jumenengan berasal dari kata jumeneng yang bermakna bertakhta.

Upacara ini melibatkan sedikitnya 1.000 orang dari berbagai unsur, termasuk pelajar dan komunitas warga sekitar, serta dihadiri sekitar 800 tamu undangan, menegaskan peran Mangkunegaran sebagai pusat budaya yang hidup dan inklusif di Kota Surakarta.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *