Tingkatkan Kualitas Ibadah, Penyuluh Agama KUA Pagentan Bedah Adab Takbiratul Ihram di MT Nurul Hidayah

BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Dalam upaya meningkatkan pemahaman fikih ibadah di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar bimbingan penyuluhan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Hidayah, Desa Sumberan Metawana.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/12/2025) ini dihadiri oleh sedikitnya 54 orang anggota yang antusias mengikuti jalannya materi.

Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Sumberan Metawana, pertemuan kali ini mengangkat tema spesifik namun krusial, yakni “Delapan Kesunnahan Dalam Takbiratul Ihram”.

Materi ini dipilih untuk memberikan edukasi mendalam bahwa ibadah shalat tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, namun harus dilakukan dengan sempurna sesuai tuntunan sunnah.

Baca juga: Pelatihan Dawet Ayu di Banjarnegara: KUA Mandiraja dan Rumah Baca Purnama Berdayakan Anak Punk, Difabel & Penghayat Kepercayaan

Dalam pemaparannya, M. Syaiful Abidin menekankan pentingnya memperhatikan detail gerakan awal dalam shalat. Beliau menjelaskan bahwa kesempurnaan shalat dimulai sejak lisan mengucap takbir dan tangan bergerak.

“Dalam madzhab Syafi’i, di antara kesunnahan dalam melakukan takbiratul ihram ketika memulai shalat adalah mengangkat kedua tangan, merenggangkan jari tangan saat mengangkat tangan, mengangkat tangan bersamaan dengan awal takbir, menghadapkan telapak tangan ke kiblat, mengeraskan suara sekedar yang dibutuhkan, tidak memanjangkan bacaan secara berlebihan, langsung mensedekapkan tangan setelah takbir, serta tetap memandang ke arah tempat sujud,” urai Syaiful secara rinci di hadapan para jamaah.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan-gerakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk ketundukan dan simbol kepasrahan seorang hamba di hadapan Sang Pencipta.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pengurus Majelis Taklim. Getuk, selaku Ketua MT Nurul Hidayah Sumberan Metawana, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan yang rutin memberikan bimbingan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya penjelasan mendetail seperti ini. Terkadang kita merasa sudah benar dalam shalat karena sudah melakukannya bertahun-tahun, namun ternyata banyak detail sunnah yang terlewatkan. Penjelasan Pak Syaiful sangat mudah dipahami oleh ibu-ibu di sini, dan kami berharap kegiatan edukasi seperti ini terus berlanjut agar ibadah kami semakin sempurna dan mantap,” ungkap Getuk.

Baca juga: KUA Pagentan Kolaborasi dengan RA Al Hidayah, Sisipkan Nilai Islam dalam Tren Pola Asuh Kekinian

Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab dan praktik singkat mengenai posisi tangan yang benar sesuai dengan penjelasan materi.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para anggota MT Nurul Hidayah dapat menularkan ilmu yang didapat kepada keluarga dan lingkungan sekitar di Desa Metawana.*** (msa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *