KABAR-DESAKU.COM –Banyak umat Islam melaksanakan sholat Witir setelah Tarawih di bulan Ramadhan agar bisa tidur dalam keadaan sudah menunaikannya.
Namun, bagaimana jika ingin sholat Tahajud di sepertiga malam terakhir? Apakah boleh mengulangi Witir?
Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan bahwa jika seseorang sudah Witir setelah Tarawih, ia tetap boleh melaksanakan sholat sunnah seperti Tahajud. Namun, ia tidak perlu mengulang Witir.
Baca Juga: Desa BRILiaN 2025: Program Inovatif untuk Kemajuan Ekonomi Desa
“Witir itu artinya ganjil. Kalau sudah Witir lalu Witir lagi, maka jumlahnya menjadi genap. Oleh karena itu, jika sudah Witir di awal malam, cukup lanjutkan sholat sunnah tanpa mengulang Witir,” jelas UAS, dikutip dari YouTube Intifada Channel.
Dalil yang mendukung hal ini berasal dari hadis Aisyah RA, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW pernah sholat dua rakaat setelah Witir.
Baca Juga: Gubernur Jateng Luncurkan Bantuan Sosial & Program Kesehatan, Tekan Angka Kemiskinan
Menariknya, perbedaan waktu Witir ini juga terjadi di zaman Rasulullah SAW. Abu Bakar RA lebih memilih Witir di awal malam karena takut tidak terbangun, sedangkan Umar bin Khattab RA Witir di akhir malam karena yakin bisa bangun.
Kesimpulannya, baik Witir di awal maupun akhir malam sama-sama diperbolehkan. Namun, jika sudah Witir setelah Tarawih dan ingin Tahajud, maka jangan ulangi Witir lagi.***



























