JAKARTA, KABAR-DESAKU.COM — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menghadiri pelaksanaan Global Game Jam (GGJ) 2026 Jakarta yang digelar di LYTO Games, Jakarta, Minggu (1/2).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi talenta gim untuk mengembangkan ide, menciptakan purwarupa, sekaligus memahami kebutuhan pasar sejak tahap awal pengembangan.
Dalam sambutannya, Irene Umar menegaskan bahwa Global Game Jam memiliki peran strategis sebagai wadah pengujian ide kreatif, pembentukan pola kolaborasi, serta fondasi awal penguatan industri gim nasional.
Menurutnya, proses kreatif dalam game jam melatih pengembang agar tidak hanya fokus pada aspek teknis dan visual, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan karya.
Baca juga: 10 Olahan Pisang Paling Populer di Indonesia, Bisa Ditemukan di Desa dan Kota
“Passion dalam membuat gim tidak boleh hilang. Namun di saat yang sama, pengembang juga harus belajar membaca data dan memahami pasar. Dari situ kita bisa menentukan genre, memperkuat cerita, dan menyesuaikan karya agar relevan di pasar global,” ujar Irene.
Global Game Jam merupakan kegiatan tahunan berskala internasional yang mempertemukan komunitas pengembang gim dari berbagai latar belakang untuk menciptakan purwarupa gim dalam waktu 48 jam, berdasarkan tema yang ditetapkan secara serentak di seluruh dunia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, memberi sambutan pada pelaksanaan Global Game Jam (GGJ) 2026 Jakarta di LYTO Games, Jakarta, Minggu (1/2/2026)
Pada 2026, GGJ di Indonesia dilaksanakan secara offline di 14 kota dan satu lokasi online, dengan total 17 jam sites dan target 1.290 peserta. Kegiatan ini diprakarsai oleh Asosiasi Gim Indonesia (AGI) bersama komunitas pengembang gim dari berbagai daerah.
Di Jakarta, GGJ 2026 digelar di dua lokasi yang memiliki karakter ekosistem saling melengkapi. LYTO Games menjadi ruang kolaborasi komunitas pengembang gim dengan dukungan fasilitas kerja dan pendampingan, sementara LaSalle College Jakarta menghadirkan lingkungan pendidikan kreatif yang membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa dan talenta muda.
Pendekatan ini memperluas akses partisipasi sekaligus mempertemukan beragam keahlian dalam proses kreatif yang intensif.
Pada kesempatan tersebut, Wamen Ekraf juga mencoba langsung sejumlah gim hasil karya peserta, baik gim digital maupun gim papan.
Ia berdialog dengan para pengembang mengenai proses kreatif, penguatan alur cerita, kualitas visual, serta peluang pengembangan lanjutan.
Irene menilai capaian para peserta dalam waktu singkat mencerminkan kapasitas talenta Indonesia yang mampu menghasilkan karya dengan fondasi yang kuat.
Lebih lanjut, Irene mendorong agar karya-karya yang lahir dari Global Game Jam tidak berhenti pada tahap purwarupa, tetapi dikembangkan menjadi intellectual property (IP) yang berdaya saing.
Menurutnya, industri gim membutuhkan ekosistem yang utuh, tidak hanya pengembang teknis, tetapi juga peran pendukung seperti pengelola komunitas, quality control, dan elemen ekosistem lainnya agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Sebagai kilas balik, Global Game Jam 2025 di Indonesia yang digelar di 12 kota berhasil menghasilkan ratusan karya gim, menunjukkan konsistensi dan tingginya antusiasme komunitas pengembang gim nasional.
Baca juga: Gemerlap Cilacap Fashion Trend dan Kemeriahan Cilacap Ekraf Kuliner Festival
Melalui Global Game Jam 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong penguatan talenta, kolaborasi, dan pengembangan gim lokal agar mampu tumbuh berkelanjutan serta berkontribusi sebagai the new engine of growth ekonomi kreatif Indonesia.***




























