Warga Desa Tegalsari Rela Hibahkan Tanah Demi Pelebaran Jalan Berbahaya, Bupati Agus Sampai Terharu!

TEMANGGUNG, KABAR-DESAKU.COM – Sebuah momen penuh makna terjadi di Desa Tegalsari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung.

Warga desa secara sukarela menghibahkan tanah milik mereka demi mendukung program pelebaran ruas jalan di tanjakan Tegalsari—jalur utama penghubung antara Kecamatan Wonoboyo dan Kecamatan Tretep yang selama ini dikenal sempit dan rawan kecelakaan.

Selama puluhan tahun, jalur di lereng Gunung Prau ini hanya bisa dilalui oleh satu mobil dalam satu waktu.

Bila dua kendaraan bertemu dari arah berlawanan, salah satunya harus mundur atau menepi sejauh mungkin.

Kondisi tersebut tentu menyulitkan, apalagi saat cuaca buruk, dan membahayakan pengendara yang melintas.

Baca juga: Gunung Kembang Wonosobo: Si Anak Sindoro yang Cantik, Bersih, dan Menantang!

Bupati Temanggung, Agus Gondrong, secara terbuka menyampaikan rasa terimakasihnya kepada warga Tegalsari atas kerelaan dan pengorbanan mereka.

Dalam sambutannya pada acara Pengajian Akbar dan Halal bi Halal yang digelar Minggu (20/4/2025) di Dusun Tegalsari, Desa Pesantren, ia menyebut bahwa penghibahan tanah ini adalah bentuk keteladanan yang patut dicontoh.

“Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada warga Tegalsari, khususnya yang dengan ikhlas melepas sebagian tanahnya untuk pelebaran jalan. Ini bukan sekadar pengorbanan fisik, tetapi juga wujud kepedulian luar biasa terhadap kepentingan bersama,” ujar Agus.

Agus juga mengaku sangat merasakan manfaat dari pelebaran jalan tersebut, karena jalur itu merupakan akses utama dari rumahnya di Campurejo, Kecamatan Tretep, menuju pusat Kabupaten Temanggung.

Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Temanggung.

Baca juga: Temanggung Siap Bikin Gebrakan! Bupati Agus Setyawan Janjikan Festival Ikonik dan Wajah Baru Kota

Bupati Agus menutup sambutannya dengan pesan bijak yang menyentuh hati:

“Kelong lemahe niku ora mesti cupet rejekine, kadang kelong lemahe gawe menakke wong pirang-pirang niku rejekine teka tanpa dinyana-nyana.”

(Berkurangnya tanah tidak selalu berarti rezekinya terhambat. Justru, saat tanah digunakan untuk kemaslahatan banyak orang, bisa jadi rezekinya datang tanpa disangka-sangka.)

Langkah warga Tegalsari ini bukan hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan pengorbanan demi kebaikan bersama masih hidup di tengah masyarakat kita.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *