2,5 Juta Wisatawan Kunjungi Rembang, Dinbudpar Sebut Melampaui Target

REMBANG, KABAR-DESAKU.COM – Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Mutaqin menyampaikan, pada 2024, tercatat sebanyak 2.588.663 wisatawan mengunjungi Kabupaten Rembang.

Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Rembang tersebut, melampaui target yang ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang.

Angka tersebut meningkat sebesar 392.623 wisatawan atau 17,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat 2.196.040 wisatawan.

“Sepanjang tahun 2024 ini, alhamdulillah sesuai harapan kami terjadi peningkatan kunjungan wisatawan, baik wisatawan lokal, regional, nasional, bahkan internasional,” ujar Mutaqin, saat ditemui di kantornya, Selasa (7/1/2025).

Baca juga: Unik! Dawet Ayu Rest Area Mustika Klampok Banjarnegara Sajikan dengan Keramik

Disampaikan, target yang dipatok Dinbudpar sebesar 15 persen, berhasil terlampaui.

“Alhamdulillah, kenaikan ini justru melebihi dari target kami,” tambahnya.

Mutaqin menjelaskan, puncak kunjungan wisatawan di Rembang terjadi pada tiga periode utama, yaitu libur Idulfitri, libur sekolah pertengahan tahun, dan libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Pada libur Nataru, Pantai Karangjahe tetap menjadi destinasi favorit, dengan jumlah kunjungan sekitar 300 ribu wisatawan.

Menurut Mutaqin, ada beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan jumlah wisatawan di Rembang.

Harga tiket masuk yang terjangkau, menjadi salah satu daya tarik utama.

Sebagian besar destinasi wisata hanya mengenakan tarif parkir, ditambah dengan aksesibilitas lokasi yang mudah dijangkau.

“Tempat wisata yang ada di Rembang ini merupakan wisata yang masih murah, tapi menyenangkan. Karena destinasi wisata kita ini belum mengenakan tiket masuk, jadi rata-rata baru mengenakan tarif untuk parkir,” jelasnya.

Baca juga: Mantap! Selama Libur Nataru Pantai Karangjahe Rembang Dikunjungi Lebih dari 46 Ribu Pengunjung

Selain wisata pantai, lanjutnya, destinasi buatan seperti Waterbom Kajoran dan Karas Jati Stren (KJS) di Kecamatan Sedan, juga berkontribusi signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Mutaqin menambahkan, pihaknya kini masih menunggu rilis resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami masih menunggu rilis resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terkait peringkat jumlah kunjungan wisatawan di kabupaten/kota se-Jawa Tengah,” pungkasnya.*** (Sumber: jatengprov.go.id)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *