Disarpus Banjarnegara Gelar Bimtek Penulisan, Hasilkan 50 Cerpen Berbasis Budaya Lokal

BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Banjarnegara terus mendorong penguatan budaya literasi berbasis kearifan lokal melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Banjarnegara tahap 3 yang digelar di Aula Niscala Disarpus Banjarnegara, Kamis, 7 Mei 2026.

Melalui kegiatan yang menjadi bagian dari program DAK Nonfisik Perpustakaan Nasional Tahun 2026 tersebut, sebanyak 50 karya cerita pendek (cerpen) bertema legenda lokal Banjarnegara berhasil diselesaikan dan akan segera diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Press.

Kepala Disarpus Banjarnegara, Arief Rahman, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk meningkatkan minat literasi masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal melalui karya tulis.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi penyemangat baru bagi masyarakat Banjarnegara untuk terus berliterasi dan berkarya. Cerita-cerita legenda yang ditulis peserta memiliki nilai budaya dan pesan moral yang sangat kuat,” ujarnya.

Baca juga: “Ondol-Ondol” Jadi Pembuka Unik di Pertemuan Ketiga Bimtek Kepenulisan Banjarnegara

Berbagai legenda daerah diangkat dalam karya para peserta, mulai dari legenda Kawah Sikidang di Dieng hingga Karang Gemantung di Pagedongan. Menurut Arief, cerita-cerita tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata dan industri kreatif daerah.

“Cerita legenda lokal ini bisa dikembangkan menjadi media promosi wisata, bahkan ke depan dapat diadaptasi menjadi film maupun konten kreatif lainnya. Potensi lokal yang ada di Banjarnegara sangat besar untuk terus dikembangkan,” tambahnya.

Banjarnegara

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan dari tiga mentor sekaligus narasumber, yakni pegiat literasi Indra Hari Purnama, sejarawan lokal Banjarnegara Heni Purwono, dan penulis Sutini.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tenaga kesehatan, pegiat literasi, ibu rumah tangga, hingga pelajar sekolah. Keberagaman tersebut dinilai menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap dunia literasi.

Disarpus Banjarnegara juga berharap program serupa dapat terus berlanjut secara berkesinambungan agar para peserta tetap termotivasi untuk menghasilkan karya-karya baru di masa mendatang.

Baca juga: Disarpus Banjarnegara Dorong Penulis Lokal Lewat Bimtek dan Buku Cerpen 2026

Selain program bimtek penulisan, Disarpus Banjarnegara selama ini juga aktif menggelar berbagai kegiatan literasi lainnya seperti lomba bertutur, lomba resensi buku, video konten literasi, hingga penelusuran naskah kuno sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya baca dan menulis di masyarakat.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *