BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti kegiatan Majelis Taklim Baitul Ilmi yang digelar di Gedung TPQ Dusun Tanggapan, Desa Slatri, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Jumat (25/7/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang spiritual yang menguatkan peran ibu dalam membentuk karakter keluarga dan mensyukuri setiap anugerah kehidupan.
Pembukaan diawali dengan pembacaan Rotibul Hadad yang dipimpin oleh Siti Rohimatussysyaadah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karangkobar.
Lantunan dzikir tersebut menghangatkan hati para jamaah dan menghadirkan suasana batin yang damai.
Materi inti disampaikan oleh Duwi Rohmah, Penyuluh Agama Islam Fungsional, dengan tema “Syukur Nikmat dalam Kehidupan Sehari-hari”.
Baca juga: Menjelajahi Keindahan Desa Wisata Rahtawu: Pesona Alam dan Budaya di Lereng Muria
Duwi Rohmah menekankan bahwa bersyukur bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga harus hadir dalam hati dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Bersyukur itu tidak cukup hanya mengucap ‘alhamdulillah’. Saat kita hadir di majelis ini dalam keadaan sehat bersama anak-anak kita, itu adalah nikmat luar biasa. Maka mari kita syukuri dengan menjadi ibu yang penuh kasih, karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,” tutur Duwi Rohmah, penuh semangat.
Duwi Rohmah juga mengajak para ibu untuk menjadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya akhlak dan cinta kasih.
Menurutnya, rasa cukup, sabar, dan kasih sayang dalam keluarga adalah bentuk nyata dari rasa syukur kepada Allah.
Melengkapi materi tersebut, Adib, Penyuluh Agama Islam lainnya, mengajak para jamaah untuk meneladani akhlak mulia dalam kehidupan rumah tangga, terutama peran ibu sebagai sosok panutan di mata anak-anak.
“Anak-anak meniru bukan dari apa yang kita katakan, tapi dari apa yang kita lakukan. Ketika seorang ibu menunjukkan kesabaran, ketekunan beribadah, dan ketulusan hati, anak-anak akan merekamnya sebagai pelajaran hidup,” jelas Adib.
Ia menegaskan bahwa ibu bukan hanya tempat bertanya, tetapi juga sekolah kehidupan pertama yang membentuk fondasi kepribadian anak.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Suara lirih para jamaah saling mendoakan satu sama lain agar senantiasa diberi kesehatan, keharmonisan keluarga, serta anak-anak yang tumbuh menjadi pribadi shalih dan shalihah.
Momen ini menjadi penguat ukhuwah sekaligus penyegar ruhani bagi para ibu di tengah rutinitas kehidupan sehari-hari.***





























One thought on “Ibu sebagai Madrasah Pertama, KUA Karangkobar Banjarnegara Ajak Jamaah MT Baitul Ilmi Syukuri Peran Mulia”