Harapan yang Terbenam, Puisi Karya Siswa SMP Negeri 1 Mandiraja

KABAR-DESAKU.COM – Puisi merupakan ruang sunyi tempat perasaan dan pikiran bertemu, lalu menjelma menjadi kata-kata yang jujur. Melalui puisi, seorang penulis tidak hanya merangkai diksi, tetapi juga menghadirkan pengalaman batin, kegelisahan, dan harapan yang sering kali tak terucap secara langsung.

Dari ruang inilah lahir karya-karya yang mampu mengajak pembaca merenung dan memahami kehidupan dari sudut pandang yang lebih dalam.

Harapan yang Terbenam adalah puisi karya Azka Fari Nadhirrizki, siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Mandiraja, yang menghadirkan suasana perenungan tentang harapan, kehilangan, dan keteguhan hati.

Dengan bahasa yang sederhana namun bermakna, puisi ini menggambarkan perjalanan perasaan ketika harapan seolah tenggelam, namun tetap menyisakan cahaya kecil untuk terus bertahan.

Baca juga: Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi di Banjarnegara, 60 Remaja Antusias Berkreasi

Berikut ini puisi karya Azka Fari Nadhirrizki yang berjudul “Harapan yang Terbenam”

Aku bangun di pagi yang cerah
Namun ada harapan yang tinggal secercah
Mengusap mata yang masih belum terbuka
Saat ini, harapan sama seperti rambut yang tak beratiran
Tapi seiring mentari terus menyinari
Aku sadar bahwa ada mimpi yang harus dikejar
Aku beranjak dari tempat tidurku
Demi masa depan yang teratur

Aku tahu, jalan tak selalu rata
Ada batu, ada luka, ada tawa
Namun mimpi dan cita-cita membuat kita mampu melewatinya
Tekad dan ambisi yang tak pernah habis untuk menggapai mimpi
Perjuangan dan usaha yang kuat untuk meraih cita-cita
Apapun proses itu akan kujalani
Karena aku tahu, proses yang tidak mudah
adalah usaha untuk hasil yang mewah dan indah

Baca juga: Suara Tanpa Rantai, Puisi Karya Dewi Ratih

Melalui puisi ini, Azka menunjukkan keberanian dalam menuangkan perasaan dan pemikirannya ke dalam karya sastra. Harapan yang Terbenam menjadi bukti bahwa suara generasi muda memiliki kedalaman makna dan kepekaan terhadap kehidupan.

Karya puisi ini diharapkan mampu menyentuh pembaca serta menginspirasi untuk terus menyalakan harapan, meski dalam keadaan paling gelap sekalipun.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *