Kemendes Dukung Program Prioritas Papua Barat untuk Perkuat Ekonomi Desa

JAKARTA, KABAR-DESAKU.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria menerima audiensi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mandacan memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan desa yang membutuhkan dukungan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Program itu mencakup penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal, peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan, hingga pengembangan kapasitas aparatur serta masyarakat desa.

Selain itu, pemerintah provinsi juga menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur pedesaan dan percepatan pengembangan daerah tertinggal.

Saat ini, tiga kabupaten yakni Fakfak, Kaimana, dan Manokwari masih menghadapi keterbatasan konektivitas dengan ibu kota provinsi.

Baca juga: 10 Olahan Pisang Paling Populer di Indonesia, Bisa Ditemukan di Desa dan Kota

Menanggapi hal tersebut, Mendes Yandri menyatakan dukungannya karena program yang diajukan dinilai sejalan dengan agenda 12 Aksi Prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia.

Salah satu program unggulan yang didorong adalah Desa Ekspor, di mana desa dapat memasarkan produk unggulannya langsung ke pasar internasional melalui BUMDes.

“Sekarang desa sudah bisa langsung melakukan ekspor lewat BUMDesa,” ujar Yandri.

Selain Desa Ekspor, Kemendes juga mendorong pengembangan Desa Wisata. Pemerintah Provinsi Papua Barat diminta menunjuk satu desa sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal.

Papua Barat juga menjadi lokasi pelaksanaan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang mencakup 185 desa di wilayah Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Kaimana. Program ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi desa.

Kemendes juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan desa yang belum memiliki akses sinyal dan internet guna mendukung transformasi digital di pedesaan.

Baca juga: KEMENDES PDT SIAP JADI KONTRIBUTOR UTAMA KETAHANAN PANGAN

Sementara itu, Wamendes Ahmad Riza Patria menilai pembangunan desa di wilayah Papua memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kondisi geografis serta masih adanya daerah tertinggal dan sangat tertinggal.

Ia menyebutkan terdapat tiga persoalan utama yang dihadapi desa di Indonesia, yakni keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, serta akses pembiayaan.

“Karena itu, pembangunan desa perlu dilakukan melalui pemberdayaan dan kolaborasi octahelix yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” kata Riza.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Kemendes PDT, antara lain Dirjen PEID Tabrani, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PPDT Samsul Widodo, Kepala BPI Mulyadin Malik, serta Staf Khusus Fahad At-Tamimi.***

Sumber: Kemendesa




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *