LEMBATA, KABAR-DESAKU.COM – Lembaga Pendidikan SLB Negeri Lewoleba di Kabupaten Lembata mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, sekolah ini menyelenggarakan Ujian Sekolah (US) berbasis digital menggunakan perangkat Android dan Laptop melalui aplikasi Google Forms.
Inovasi ini diterapkan secara serentak bagi para peserta didik disemua jenjang, mulai dari SDLB, SMPLB, hingga SMALB.
Langkah berani ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik maupun intelektual bukanlah penghalang bagi para siswa berkebutuhan khusus untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Selama pelaksanaan Ujian Sekolah (US) berlangsung, Rabu (6/5/2026), terlihat pemandangan yang menyentuh, sekaligus membanggakan.
Dengan penuh antusias dan fokus, para siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri Lewoleba ini mengoperasikan smartphone dan laptop untuk membaca serta menjawab soal-soal Ujian Sekolah.
Penggunaan aplikasi Google Forms dipilih, karena aksesibilitasnya yang ramah pengguna, sekaligus menjadi media pembelajaran yang efektif untuk memperkenalkan dunia digital sejak dini kepada para siswa.
Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan sabar dan dedikasi luar biasa para Guru di SLB Negeri Lewoleba.

Di balik kesuksesan dan antusiasme langkah perdana ini, tersimpan tantangan besar yang masih harus dihadapi oleh pihak sekolah, terutama terkait ketersediaan fasilitas penunjang yang memadai.
Plt. Kepala SLB Negeri Lewoleba Paulus Geradus Hurint, S.T.,Gr menyampaikan bahwa momentum ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak kami yang istimewa di Lembaga Pendidikan SLB Negeri Lewoleba ini, memiliki potensi yang luar biasa jika diberikan kesempatan yang sama. Namun, potensi ini memerlukan dukungan nyata agar dapat berkembang secara maksimal.
“Melalui momentum bersejarah ini, saya sebagai pimpinan di Lembaga Pendidikan di SLB Negeri Lewoleba ini, ingin menggugah hati Bapak, Ibu, masyarakat luas, dinas terkait, serta pemerintah. Kami sangat mengharapkan dukungan untuk anak-anak kami yang istimewa ini. Kami membutuhkan kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai agar kami dapat melatih dan mempersiapkan mereka dengan lebih baik,” ungkap Paulus.
Beliau juga menegaskan bahwa pemenuhan sarana digital bukan sekadar tentang mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah jembatan penting untuk membangun masa depan dan kemandirian para siswa.
“Dukungan fasilitas yang layak adalah kunci. Dengan sarana yang lengkap, kita bersama-sama dapat melatih kemandirian mereka, sehingga mereka siap melangkah menuju masa depan yang cerah dan tidak dipandang sebelah mata,” tambahnya penuh harap.
Langkah awal yang ditempuh oleh Lembaga Pendidikan SLB Negeri Lewoleba ini diharapkan menjadi pemantik perhatian bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
Keberhasilan pelaksanaan Ujian Sekolah berbasis Android dan Laptop ini adalah bukti bahwa anak-anak disabilitas mampu bersaing diera digital-mereka hanya membutuhkan ruang, kesempatan, dan fasilitas yang setara.
Melalui sinergi antara sekolah, pemerintah, masyarakat, dan para donatur, kemandirian anak-anak luar biasa di SLB Negeri Lewoleba bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kepastian yang sedang diperjuangkan bersama.***

























