GUNUNGKIDUL, KABAR-DESAKU.COM — Langkah berani diambil Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan meresmikan Gerakan Berani Sekolah Gunungkidul (Geni Seko Gunung) sekaligus membuka Expo Hasil Belajar Pendidikan Nonformal 2025 yang digelar megah di Bangsal Sewoko Projo, Senin (19/5/2025).
Program tersebut diluncurkan langsung oleh Wakil Bupati Gunungkidul sebagai bagian dari gebrakan 100 hari kerja Bupati.
Geni Seko Gunung bukan sekadar slogan—ini adalah gerakan nyata yang mendorong masyarakat untuk kembali bersekolah, bahkan jika mereka telah lama meninggalkan bangku pendidikan.
Fokus utamanya adalah memfasilitasi pendidikan hingga jenjang SMA melalui jalur pendidikan nonformal, yang selama ini sering dipandang sebelah mata.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, gerakan ini bersifat kolaboratif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari lembaga kesetaraan hingga masyarakat umum.
“Kami memperkuat motivasi belajar, lembaga penyelenggara, dan dukungan pendanaan lewat BOPDA Kesetaraan. Semua demi meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas pendidikan nonformal,” tegasnya.
Pendidikan nonformal dianggap sebagai jalur alternatif krusial, terutama bagi warga yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal.
Dengan hadirnya gerakan ini, diharapkan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) bisa ditekan, sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Gunungkidul.
Acara peluncuran ini dihadiri lebih dari 350 peserta, termasuk perwakilan dari SKB, PKBM, LKP, Penilik, dan Korwil Pendidikan dari seluruh kecamatan di Gunungkidul. Sebuah bukti bahwa kesadaran terhadap pentingnya pendidikan mulai menyebar luas.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wakil Bupati menekankan bahwa pendidikan nonformal bukanlah pilihan kedua, tapi jalur setara yang layak diperjuangkan.
“Pendidikan nonformal bukan pelengkap, bukan pengganti, tapi pilihan setara yang bermutu dan bermakna,” tegasnya.
Baca juga: Misteri Gunung Api Purba Nglanggeran: Surga Tersembunyi di Gunungkidul yang Wajib Kamu Kunjungi
Ia juga mengajak seluruh elemen—dari tokoh masyarakat, dunia usaha, media, hingga para pendidik—untuk bersama-sama mengajak warga kembali bersekolah.
Mengutip Bung Karno, ia menutup pidato dengan penuh semangat, “Barang siapa ingin mutiara, harus berani terjun ke laut yang dalam.”
Sebagai penutup acara, Expo Hasil Belajar Pendidikan Nonformal 2025 secara resmi dibuka. Di sana, pengunjung disuguhi berbagai karya inspiratif dari peserta didik lembaga kesetaraan—karya yang membuktikan bahwa jalur nonformal bisa melahirkan generasi yang mandiri, terampil, dan berdaya saing.***



























