KABAR-DESAKU.COM – Dewi Ratih sosok sederhana yang aktif dikegiatan sosial dan mendedikasikan diri dalam bidang budaya. Saat ini Dewi Ratih menjadi ketua komunitas Bunda Milenial (komunitas perempuan berkebaya).
Sebagai seorang ibu tentunya tidak lupa akan kodratnya, akan tetapi dalam kesibukannya masih terus berkarya dengan mengukir bait-bait puisi.
Puisinya kali ini berjudul “Doa di Balik Langit Kelabu” redaksi sajikan pada artikel ini, mari kita simak.
Baca juga: Prodi PBI UNSOED dan Rumah Baca Purnama Kenalkan Literasi Finansial untuk Anak Sejak Usia Dini
Doa di Balik Langit Kelabu
Pagi datang tanpa janji
Langkahmu berat,
Tanganmu lelah menggenggam waktu
Antara kerja, tangis, dan doa
Nama mereka kau sebut pelan
Dalam Doa yang tak pernah pamit
Meski badai datang bertubi-tubi
Dan suara tajam mencoba menjatuhkan
Kau tetap berdiri, meski gemetar
Karena cinta lebih keras dari takut
Tuhan dengar setiap air matamu
Yang jatuh diam di malam sepi.
Sebagai ibu yang memilih bertahan
Ada harapan di ujung doa ini
Anak-anakmu adalah cahaya
Yang kau jaga dengan seluruh jiwa
Walau dunia tak selalu ramah
Langit tak pernah lupa namamu
Hujatan datang seperti hujan
Menyebutmu lemah, menyebutmu salah
Padahal kaulah rumah paling aman
Untuk hati kecil yang percaya
Jika hari ini terasa terlalu berat
Ingat, kau tak berjalan sendiri
Ada doa yang tumbuh di dadamu
Menjadi sayap saat kau hampir jatuh
Tuhan dengar setiap air matamu
Yang jatuh diam di malam sepi
Sebagai ibu yang memilih bertahan
Ada harapan di ujung doa ini
Anak-anakmu adalah cahaya
Yang kau jaga dengan seluruh jiwa
Walau dunia tak selalu ramah
Langit tak pernah lupa namamu
Suatu hari nanti mereka akan tahu
Betapa besar harga yang kau bayar
Cinta tak selalu berteriak keras
Kadang ia bertahan… dan tetap setia
Teruslah berjalan, ibu yang kuat
Meski langkahmu penuh luka
Doa-doamu sedang menuju pulang
Membawa jawaban satu per satu
Karena di balik langit kelabu
Ada pelangi menunggumu
Untuk ibu yang berjuang
Kau adalah keajaiban yang hidup
Baca juga: Suara Tanpa Rantai, Puisi Karya Dewi Ratih
Puisi karya Dewi Ratih ini memberikan percikan harapan untuk terus semangat berjuang.***



























