Kajian Sabtu Sore Masjid Roudlotul Huda Dusun Cikura, Ustadz Irfan Fauzi Sampaikan 7 Amalan Utama di Bulan Rajab

BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Kajian Sabtu sore sebagai kajian rutin yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Roudlotu Huda Dusun Cikura, Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026) ini menghadirkan Ustadz Irfan Fauzi.

Bulan Rajab adalah salah satu dari empat Asyhurul Hurum atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sebagai “pintu gerbang” menuju Ramadan, bulan ini merupakan momentum emas bagi setiap Muslim untuk mulai membersihkan diri dan memupuk pahala.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku (Rasulullah), dan Ramadan adalah bulan umatku. Lantas, bagaimana cara terbaik mengisi bulan yang mulia ini?

Berikut ini materi kajian sabtu sore yang disampaikan oleh Ustadz Irfan Fauzi tentang amalan-amalan utama di bulan Rajab.

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Rajab adalah berpuasa. Dalam materinya Ustadz Irfan Fauzi menyarankan agar para jamaah bisa menjalankan puasa sunnah seperti:

  • Puasa Senin dan Kamis.

  • Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 hijriah).

  • Puasa Daud (sehari berpuasa, sehari tidak).

Puasa di bulan ini berfungsi sebagai latihan fisik dan mental agar tubuh lebih siap menghadapi puasa wajib di bulan Ramadan nanti.

2. Meningkatkan Kuantitas & Kualitas Istighfar

Rajab sering disebut sebagai Bulan Permohonan Ampun. Karena merupakan bulan yang suci, segala amal baik dilipatgandakan pahalanya, namun kemaksiatan juga dipandang lebih berat.

Bacalah istighfar secara rutin, terutama di waktu sahur dan setelah shalat fardhu, untuk membersihkan hati dari noda-noda dosa.

3. Berdoa dengan Doa yang Diajarkan Rasulullah

Ketika memasuki bulan Rajab, Rasulullah SAW senantiasa memanjatkan doa agar diberkahi hingga sampai ke bulan suci berikutnya:

“Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighnaa Ramadhaana.”

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.”

4. Melakukan Shalat Malam (Tahajud)

Gunakan ketenangan malam di bulan Rajab untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Shalat Tahajud tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga menjadi sarana mustajab untuk memohon hajat di bulan yang penuh rahmat ini.

5. Bersedekah dan Berbuat Baik

Membantu sesama di bulan haram memiliki keutamaan tersendiri. Sedekah tidak harus besar; konsistensi jauh lebih dicintai Allah.

Ustadz Irfan Fauzi menyarankan agar para jamaah bisa mulai dengan memberi makan orang yang berpuasa atau membantu kerabat yang sedang kesulitan.

6. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an

Jika selama ini interaksi Anda dengan Al-Qur’an berkurang, Rajab adalah waktu yang tepat untuk “pemanasan”.

Mulailah target membaca satu hari satu juz (atau sesuai kemampuan) agar saat Ramadan tiba, Anda sudah terbiasa berinteraksi dengan kalamullah.

7. Menghindari Pertikaian dan Perbuatan Dhalim

Mengingat statusnya sebagai bulan haram (suci), umat Islam dilarang keras melakukan peperangan atau perbuatan dhalim (menganiaya diri sendiri/orang lain). Fokuslah pada kedamaian diri dan perbaikan akhlak.

Mengisi bulan Rajab bukan sekadar menjalankan ritual, melainkan upaya menanam benih kebaikan. Ibarat seorang petani, Rajab adalah waktu menyemai, Sya’ban waktu menyiram, dan Ramadan adalah waktu memanen.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *