SLB Negeri Lewoleba

SLB Negeri Lewoleba Gelar Penyusunan Soal Ujian Sekolah Berbasis HOTS, Dorong Guru Kembangkan Penilaian Berkualitas

LEMBATA, KABAR-DESAKU.COM– SLB Negeri Lewoleba, Kabupaten Lembata, menggelar kegiatan Penyusunan Soal Ujian Sekolah (US) dengan mengusung tema “Penguatan Peran Guru dalam Penyusunan Soal Ujian Sekolah (US) yang Berkualitas dan Berorientasi HOTS”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (26–28 Maret 2026), bertempat di lingkungan sekolah.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Koordinator Pengawas (Korwas) Dikmen dan Diksus Kabupaten Lembata, Yohanes Mamun, serta dihadiri oleh Plt. Kepala SLB Negeri Lewoleba, dewan guru, staf tata usaha, dan unsur pengawas pendidikan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Plt. Kepala SLB Negeri Lewoleba, Paulus Geradus Hurint, yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum refleksi bagi para guru, bukan sekadar rutinitas administratif menjelang akhir tahun pelajaran.

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi menjadi momentum refleksi bagi para guru. Di SLB, peran guru jauh melampaui pengajaran materi—guru adalah arsitek harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Paulus Geradus Hurint.

Baca juga: Desa Nuba Boli Luncurkan Tim Pendamping Disabilitas, Jadi Pelopor Desa Inklusif di Lembata

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan HOTS (Higher Order Thinking Skills) tidak hanya relevan di sekolah reguler, tetapi juga sangat penting diterapkan di sekolah luar biasa.

“Selama ini mungkin ada anggapan bahwa HOTS hanya milik sekolah reguler. Namun, kami percaya setiap anak memiliki potensi untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah sesuai kapasitasnya,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Yohanes Mamun menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam penyusunan soal ujian di SLB.

SLB Negeri Lewoleba

“HOTS di SLB bukan berarti membuat soal yang sulit, tetapi bagaimana melatih peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah sesuai potensi unik mereka,” jelas Yohanes Mamun.

Ia juga menekankan bahwa dalam kerangka Kurikulum Merdeka, penilaian tidak lagi sekadar angka, melainkan alat untuk memetakan capaian pembelajaran secara objektif.

“Guru dituntut mampu merancang instrumen penilaian yang menantang nalar siswa, namun tetap aksesibel dan relevan dengan kebutuhan serta hambatan masing-masing individu,” tegasnya.

Baca juga: Haru dan Bangga! 17 Siswa SLB Negeri Lewoleba Resmi Lulus Tahun Ini

Lebih lanjut, Yohanes Mamun menyampaikan bahwa kualitas lulusan SLB sangat ditentukan oleh proses pembelajaran yang dirancang guru, termasuk dalam penyusunan soal ujian.

Kegiatan penyusunan soal ini berlangsung setiap hari mulai pukul 07.30 WITA hingga selesai, dengan suasana yang kondusif, aman, dan lancar.

Para guru secara aktif terlibat dalam merancang soal-soal yang tidak hanya menguji aspek kognitif dasar, tetapi juga mulai mengarah pada kemampuan penalaran tingkat tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru di SLB Negeri Lewoleba mampu menghasilkan instrumen evaluasi yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka.***




One thought on “SLB Negeri Lewoleba Gelar Penyusunan Soal Ujian Sekolah Berbasis HOTS, Dorong Guru Kembangkan Penilaian Berkualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *