Banjarnegara, Jumat (22/05/2026) — Komunitas Kopi Seceting,Art Film, dan Rumah Baca Purnama berencana memproduksi film pendek fiksi inspiratif berjudul “GERIMIS” (Gerakan Ikhtiar Malu Mengaku Miskin).
Film berdurasi sekitar 7 menit ini akan mengangkat kisah menyentuh tentang seorang penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang dengan kesadaran dan panggilan hati memilih melakukan graduasi mandiri agar bantuan sosial dapat diberikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
Film ini menjadi media edukasi sosial yang mengangkat nilai kejujuran, empati, rasa syukur, dan semangat untuk mandiri.
Cerita yang diangkat diharapkan mampu menyentuh hati masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa bantuan sosial harus tepat sasaran.
Baca juga: Kuota Membludak, 45 Peserta Ikuti Pelatihan Videografi Gratis Rumah Baca Purnama Banjarnegara
Produksi film “GERIMIS” akan melibatkan banyak unsur masyarakat, mulai dari komunitas kopi seceting,pendamping PKH, Penyuluh Agama Islam, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga masyarakat umum.
Kehadiran berbagai elemen ini diharapkan membuat cerita terasa lebih dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Komunitas kopi seceting Hendriyanto, menyampaikan bahwa film ini lahir dari keresahan sosial sekaligus harapan agar masyarakat memiliki kesadaran moral untuk terus berjuang keluar dari kemiskinan.
“GERIMIS bukan sekadar film pendek, tetapi pesan kemanusiaan. Kami ingin mengajak masyarakat memiliki rasa malu menerima bantuan ketika sebenarnya sudah mampu. Ada nilai kejujuran, harga diri, dan kepedulian sosial yang ingin kami bangun melalui film ini,” ujar Hendriyanto.
Baca juga:Rumah Baca Purnama Luncurkan Program Pelatihan Komputer untuk Anak-Anak
Sementara itu, Pimpinan Rumah Baca Purnama, Indra Hari Purnama, menilai media film merupakan sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami percaya literasi hari ini tidak hanya lewat buku, tetapi juga lewat visual dan cerita. Film ‘GERIMIS’ diharapkan menjadi ruang pembelajaran sosial yang menyentuh hati dan mudah dipahami masyarakat luas,” ungkap Indra Hari Purnama.

Di sisi lain, PH Art Film sekaligus penggagas produksi, Azis, menjelaskan bahwa konsep film akan dikemas secara sederhana namun penuh makna emosional agar pesan yang disampaikan dapat membekas di hati penonton.
“Kami ingin menghadirkan film pendek yang realistis, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan mampu menggugah kesadaran sosial. Meski berdurasi singkat, kami berharap pesan dalam film ini kuat dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini,” jelas Azis.
Film “GERIMIS” juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pengentasan kemiskinan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Banjarnegara.
Selain itu, keterlibatan Penyuluh Agama dalam produksi ini menjadi bagian penting dalam menyampaikan nilai-nilai moral dan spiritual kepada masyarakat melalui media kreatif.
Rencananya, film pendek tersebut akan segera memasuki tahap produksi dan dipublikasikan melalui media sosial serta forum edukasi masyarakat.
Diharapkan, “GERIMIS” mampu menjadi inspirasi bersama untuk membangun budaya jujur, peduli, dan semangat hidup mandiri di tengah masyarakat.***



























