BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Dalam upaya meningkatkan wawasan dan semangat literasi di kalangan penyuluh, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja melaksanakan kegiatan studi banding ke Rumah Baca Purnama yang berlokasi di Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan inspirasi bagi para penyuluh dalam mengembangkan gerakan literasi keagamaan dan sosial di masyarakat.
Melalui studi banding ini, para penyuluh diharapkan mampu mengintegrasikan semangat membaca dan menulis dalam kegiatan penyuluhan keagamaan di wilayah binaan masing-masing.
Dalam sambutannya, Hendriyanto, salah satu Penyuluh Agama Islam Mandiraja, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen penyuluh untuk terus belajar dan berinovasi.
“Kami ingin belajar langsung dari sosok yang sudah menggerakkan literasi di akar rumput. Melalui studi banding ini, kami berharap dapat menularkan semangat membaca dan menulis di lingkungan masyarakat Mandiraja, terutama di kalangan remaja dan jamaah majelis taklim,” ujar Hendriyanto.
Sementara itu, Indra Hari Purnama, Founder Rumah Baca Purnama, mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan para penyuluh.
“Kami senang dan bangga bisa berbagi pengalaman. Rumah baca ini lahir dari keprihatinan melihat minat baca anak-anak yang menurun. Harapannya, setelah studi banding ini, akan muncul rumah-rumah baca baru di berbagai desa, termasuk di wilayah Mandiraja,” ungkapnya.
Menurut Indra, kegiatan literasi tidak hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang menumbuhkan budaya berpikir kritis, berdialog, dan berbuat baik melalui pengetahuan.
Mariyah, salah satu Penyuluh Agama Islam Mandiraja yang turut hadir mengatakan, kegiatan studi banding ini memiliki beberapa maksud dan tujuan, di antaranya:
Baca juga: Festival Literasi Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025, Rumah Baca Purnama Suguhkan Hasil Dampingannya
- Menambah wawasan literasi para Penyuluh Agama Islam dalam mendukung program moderasi beragama dan penguatan karakter masyarakat.
- Menggali praktik baik (best practice) pengelolaan rumah baca berbasis masyarakat yang dapat diadopsi di wilayah Mandiraja.
- Meningkatkan kolaborasi antara pegiat literasi dan penyuluh agama untuk membangun masyarakat cerdas, religius, dan berdaya saing.
Sementara itu, Imam Khambali, Penyuluh Agama Islam Mandiraja menyampaikan harapannya.
“Melalui kegiatan ini, para penyuluh berharap dapat mengembangkan “Pojok Literasi Penyuluh” di tiap desa binaan, bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga pendidikan setempat. Dengan begitu, kegiatan penyuluhan tidak hanya berfokus pada dakwah lisan, tetapi juga memperluas dakwah berbasis tulisan dan literasi,” harap Imam Khambali.
Baca juga: Sinergi Kegiatan Penyuluhan: Kepala KUA Mandiraja Kumpulkan Penyuluh Agama Islam
Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Istiqomah (Penyuluh Agama Islam Mandiraja), Kuswati (Penyuluh Agama Islam Purwareja Klampok), dan Diyah Fatmawati (Penyuluh Agama Islam Wanadadi).***




























