Sinergi Kegiatan Penyuluhan: Kepala KUA Mandiraja Kumpulkan Penyuluh Agama Islam

BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi kegiatan penyuluhan keagamaan di wilayah Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, mengumpulkan seluruh Penyuluh Agama Islam di ruang kerjanya, Kamis (13/11/2025).

Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan langkah dan strategi dalam pelaksanaan program keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan agar lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, menyampaikan pentingnya komunikasi yang baik bagi para penyuluh.

“Penyuluh adalah ujung tombak Kementerian Agama di lapangan. Melalui sinergi dan komunikasi yang baik, saya yakin kegiatan penyuluhan akan semakin efektif dalam membangun masyarakat yang beriman, moderat, dan berkarakter.”

Baca juga: Pelatihan Dawet Ayu di Banjarnegara: KUA Mandiraja dan Rumah Baca Purnama Berdayakan Anak Punk, Difabel & Penghayat Kepercayaan

Dalam kesempatan tersebut, para penyuluh agama juga memberikan testimoni dan komitmen mereka. Hendriyanto, Penyuluh Agama Islam Fungsional, mengatakan kesiapannya untuk memperkuat kerja sama lintas sektoral.

“Kami siap memperkuat kerja sama lintas sektor dan memperluas jangkauan dakwah, terutama dalam isu-isu aktual seperti moderasi beragama dan pembinaan keluarga sakinah,” jelas Hendriyanto.

Sementara itu, Dian Setiadi, Penyuluh Agama Islam PPPK menambahkan tentang pentingnya untuk menyamakan persepsi.

“Pertemuan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan membangun semangat baru. Kami akan terus berinovasi dalam metode penyuluhan agar lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Dian.

Baca juga: KUA Mandiraja Gelar Kegiatan Perdana Bimbingan Perkawinan Lintas Sektoral Bersama Puskesmas 1 Mandiraja

Dalam kesempatan yang sama, Feti Sulistiani, Penyuluh Agama Islam PPPK turut menyampaikan kesiapannya untuk aktif dalam kegiatan sosial.

“Kami merasa termotivasi dengan arahan Kepala KUA. Sinergi ini menjadi energi baru bagi kami untuk hadir lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan umat di tingkat desa,” terang Feti.

Kegiatan diakhiri dengan penyusunan rencana aksi bersama yang meliputi program dakwah tematik, kegiatan sosial keagamaan, serta sinergi lintas lembaga seperti Puskesmas, Pemerintah Desa, dan lembaga pendidikan.

Dengan semangat kebersamaan ini, KUA Mandiraja dan para penyuluh agama Islam bertekad menjadikan penyuluhan keagamaan lebih berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *