Dorong Ekonomi Lokal, Tim KKN-T UNDIP 2026 Hadirkan Bazar SARANGEOO di Gedawang

SEMARANG, KABAR-DESAKU.COM – Di tengah pesatnya pertumbuhan pusat perbelanjaan modern dan perdagangan online, pasar rakyat terus membuktikan perannya sebagai tulang punggung ekonomi komunitas. Menguatkan potensi tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Insentif untuk Desa Binaan Universitas Diponegoro (KKN-T IDBU-08 UNDIP) meluncurkan inisiatif pengembangan Pasar Rakyat Gedawang Oke Oye (SARANGEOO) di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Program pendampingan ini berada di bawah bimbingan dosen Dosen Fakultas Ilmu Budaya UNDIP, Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum dan Herpin Nopiandi Khurosan, S.S., M.S. SARANGEOO difungsikan sebagai arena bazar UMKM mingguan sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat yang hadir setiap hari Minggu pukul 08.00–12.00 WIB di depan GOR Putra Patriot (Jalan H. Suradi 3, seberang Kantor Kelurahan Gedawang).

Inisiatif SARANGEOO lahir dari pemahaman bahwa tantangan UMKM saat ini tidak lagi sekadar produksi, melainkan akses pasar, pemasaran digital, inovasi, hingga kemasan. Melalui program ini, pasar tradisional bertransformasi menjadi ruang promosi, edukasi, dan inkubasi usaha.

Lurah Gedawang, Sri Suwanti, S.STP., menyambut positif hadirnya SARANGEOO sebagai wadah interaksi langsung antara pelaku usaha dan masyarakat. Menurutnya, program ini berhasil memadukan identitas lokal dengan strategi pemasaran modern.

Baca juga: Lewat Konsep SARANGEOO, KKN Tematik UNDIP Hidupkan Ruang Publik di Gedawang

“SARANGEOO menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi. Produk yang dijual mencerminkan identitas budaya Gedawang, baik dari bahan baku, proses produksi, maupun kemasan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, tetapi juga melestarikan nilai budaya lokal serta menjadi arena sosial untuk bertukar pengalaman dan berkolaborasi,” ujar Sri Suwanti.

Gedawang sendiri memiliki keunikan sebagai wilayah urban yang kaya sejarah. Harmoni antara masyarakat lokal dan pendatang menjadi modal sosial yang kuat untuk menghidupkan narasi serta nilai tambah pada produk-produk UMKM setempat.

KKN-T UNDIP

Suasana Nobar Film Jumbo (Dokumen KKN-T IDBU-08 UNDIP)

Bagi mahasiswa, program KKN-T ini menjadi wujud nyata penerapan ilmu di tengah masyarakat. Mahasiswa hadir mendampingi pelaku usaha mulai dari strategi pemasaran digital, manajemen usaha, hingga penguatan jejaring antar UMKM.

Guna membangun keramaian dan manajemen bazar sejak akhir Juni lalu, tim KKN-T UNDIP bersama kelurahan juga menggelar kegiatan menarik seperti Nonton Bareng (Nobar) Film Animasi Jumbo karya sutradara Ryan Adriandhy. Acara ini mendapat sambutan hangat dari warga, sekaligus menjadi sarana sosialisasi dan hiburan edukatif bagi anak-anak dan keluarga.

Dosen pendamping KKN-T UNDIP, Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum., menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Baca juga: Sukarjo Waluyo: Tafsir Budaya dalam Novel “Kuntul Nucuk Mbulan” dan “Bau”, Menjaga Identitas Pantura Lewat Sastra

“Pasar rakyat mungkin tampak sederhana, namun dari ruang itulah ketahanan ekonomi lokal dapat dibangun. Dari proses pendampingan ini lahir pelajaran penting bahwa pembangunan berkelanjutan selalu dimulai dari kemampuan mendengarkan, bekerja bersama masyarakat, dan mengembangkan potensi yang telah mereka miliki,” pungkas Sukarjo.

Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah kelurahan, dan warga, SARANGEOO diharapkan dapat menjadi model pembangunan ekonomi berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Semarang.*** (SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *