BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Sebanyak 50 peserta didik baru SMP Cokroaminoto Banjarmangu mengikuti kegiatan edukasi pengolahan kopi di Kampung Literasi Konservasi Banjarmangu sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (17/7).
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan potensi lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan kepada para siswa sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan secara langsung dengan proses pengolahan kopi, mulai dari pemilihan buah kopi yang matang, pengupasan, penjemuran, penyangraian (roasting), penggilingan, hingga proses penyeduhan.

MPLS SMP Cokroaminoto Banjarmangu di Ruang Literasi Konservasi Banjarmangu
Melalui praktik dan demonstrasi, peserta memahami bahwa secangkir kopi berkualitas lahir dari proses yang panjang, ketelitian, serta kesabaran.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Cokroaminoto Banjarmangu, Fatimah Nur Isnaini, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Melalui kegiatan ini, siswa dikenalkan pada potensi lokal sekaligus belajar menghargai setiap proses dan pentingnya menjaga lingkungan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu peserta MPLS, Numaira, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman melihat langsung proses pengolahan kopi memberikan pengetahuan baru yang sebelumnya hanya ia ketahui dari secangkir minuman yang siap disajikan.
“Saya baru tahu ternyata proses membuat kopi cukup panjang. Mulai dari buah kopi dipetik sampai bisa diminum membutuhkan banyak tahapan. Kegiatannya seru dan membuat saya lebih menghargai hasil kerja para petani,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Kampung Literasi Konservasi Banjarmangu, Ikbal, menjelaskan bahwa kualitas kopi sangat bergantung pada kelestarian alam sebagai tempat tumbuhnya tanaman kopi.
“Kopi yang baik lahir dari alam yang terjaga. Karena itu kami terus mengajak masyarakat menjaga hutan, sumber mata air, dan keanekaragaman hayati. Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa memahami bahwa menjaga lingkungan berarti menjaga keberlangsungan pertanian, termasuk kopi, serta kehidupan masyarakat di masa depan,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya, mengamati setiap tahapan pengolahan kopi, hingga menyaksikan proses penyeduhan. Bahkan, para siswa juga berkesempatan mencicipi kopi hasil olahan sebagai penutup rangkaian edukasi.
Melalui kegiatan MPLS di Kampung Literasi Konservasi Banjarmangu, SMP Cokroaminoto Banjarmangu menunjukkan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter, menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, serta mengenalkan potensi dan kearifan lokal kepada generasi muda.***



























