BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Suasana ceria mewarnai halaman MI NU 03 Situwangi pada Kamis (23/7/2026) bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026. Madrasah bekerja sama dengan Rumah Baca Purnama menggelar kegiatan bertema literasi dan pelestarian permainan tradisional yang diikuti seluruh siswa.
Kegiatan ini didukung kehadiran Gerobak Literasi, fasilitas baca yang diberikan oleh PT PLN UIT JBT melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai upaya meningkatkan budaya membaca di kalangan anak-anak.
Berbagai kegiatan edukatif digelar dalam satu rangkaian acara. Para siswa diajak membaca buku-buku pilihan yang disediakan Rumah Baca Purnama, kemudian membuat ulasan atau reviu buku sesuai pemahaman mereka.
Selain itu, siswa mengikuti lomba mewarnai dengan tema fungsi dan manfaat Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dalam sistem transmisi energi listrik.
Tak hanya mengasah kemampuan literasi, panitia juga mengenalkan kembali permainan tradisional congklak sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus melatih kemampuan berpikir strategis, berhitung, dan interaksi sosial antarsiswa.
Dalam kegiatan tersebut dalam pembukaannya Indra Hari Purnama, Founder Rumah Baca Purnama menjelaskan tentang bahaya bermain di dekat SUTT, dengan membacakan komik SI UTET, yang sekaligus sebagai bahan yang nantinya akan diwarnai pada lomba mewarnai.
Founder Rumah Baca Purnama, Indra Hari Purnama, mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengajak anak-anak mencintai buku sekaligus mengenal kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang menyenangkan tetapi tetap memiliki nilai edukasi. Anak-anak diajak membaca, menulis ulasan buku, belajar mengenai manfaat listrik melalui kegiatan mewarnai, sekaligus memainkan congklak sebagai permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan dan melatih kemampuan berpikir. Harapannya, budaya literasi dapat tumbuh berdampingan dengan kecintaan terhadap budaya lokal,” ujar Indra.

Ia menambahkan, Gerobak Literasi dari PLN melalui program TJSL menjadi sarana penting untuk memperluas akses bacaan bagi anak-anak, terutama di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah mendukung Gerobak Literasi melalui TJSL-nya dengan nama program BERBINAR (Bersinergi, Bina Nalar untuk Indonesia Pintar). Bantuan ini bukan sekadar menyediakan buku, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang gemar membaca dan memiliki wawasan luas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MI NU 03 Situwangi, Singgih Susilo Mugi Uripto, mengapresiasi kolaborasi bersama Rumah Baca Purnama dalam menghadirkan kegiatan yang mampu mengembangkan karakter, kreativitas, dan kemampuan literasi siswa.
“Hari Anak Nasional menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada anak-anak. Melalui kegiatan ini mereka tidak hanya membaca buku, tetapi juga belajar memahami isi bacaan, mengenal manfaat infrastruktur kelistrikan, serta kembali mencintai permainan tradisional. Ini merupakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter siswa,” ungkap Singgih.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya madrasah dalam menumbuhkan budaya literasi dan pembelajaran yang aktif, kreatif, serta menyenangkan.
Untuk menambah semangat para peserta, panitia dari Rumah Baca Purnama juga menyiapkan berbagai hadiah bagi para pemenang lomba reviu buku, lomba mewarnai, dan permainan congklak.
Baca juga: Rumah Baca Purnama Gelar Pelatihan Menulis Cerpen untuk Pelajar di Banjarnegara, Hasilnya Dibukukan
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, mulai dari membaca buku hingga berlomba memainkan congklak bersama teman-temannya.
Melalui kolaborasi antara MI NU 03 Situwangi, Rumah Baca Purnama, dan dukungan Gerobak Literasi dari PLN melalui program TJSL, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi, meningkatkan pengetahuan anak tentang energi listrik, serta melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.***


























