KABAR – DESAKU.COM – Gerakan Nusantara (Genusa) kembali memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi di Jawa Tengah.
Setelah turut membidani lahirnya Institut Agama Islam (IAI) Banjarnegara, kini Genusa tengah menyiapkan pendirian IAI Purbalingga yang diharapkan dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat.
Baca Juga: Kampus Baru IAI Banjarnegara Dapat Dukungan Penuh DPRD dan Anak Muda
Ketua Genusa Provinsi Jawa Tengah, Puji Raharjo, mengatakan bahwa pendirian IAI Purbalingga merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang ingin melanjutkan studi hingga jenjang pascasarjana.
“Kami sedang memiliki cita-cita besar agar kalangan menengah ke bawah bisa kuliah S2 dan S3 dengan biaya murah. Kemarin kita sudah melakukan rekruitmen dosen, staf dan pengelola IAI Purbalingga di Ponpes Al Ikhlas Akshol Madina, Bobotsari, Purbalingga yang dipimpin oleh KH Sahal Abdulloh untuk merencanakan dan menata pendirian kampus di Purbalingga,” jelas Puji, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap pendidikan magister dan doktoral sulit dijangkau karena biaya yang tinggi. Oleh karena itu, IAI Purbalingga hadir dengan konsep pembelajaran yang fleksibel dan efisien melalui sistem hybrid yang menggabungkan perkuliahan tatap muka dan daring.
“S2 biayanya 17 juta sampai selesai, kemudian S3 36 juta rupiah. Ini sangat murah karena perkuliahan dilaksanakan secara hibrid, pertemuan tatap muka dan daring, sehingga seluruh Indonesia dapat mengikuti perkuliahan dengan biaya murah, mudah dan berkualitas,” ujar Puji.
Baca Juga: IAI Banjarnegara Segera Hadir, Buka Akses Kuliah Terjangkau bagi Ribuan Lulusan SMA
Persiapan pendirian kampus juga mendapat dukungan dari kalangan pesantren. Sebanyak 50 calon pengurus kampus telah menyatakan kesiapan untuk ikut membangun dan mengembangkan institusi pendidikan tinggi berbasis pesantren tersebut.
Pengasuh Ponpes Al Ikhlas Akshol Madina, KH Sahal Abdulloh, mengungkapkan bahwa proses perizinan kampus saat ini masih berjalan dan telah masuk ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk mendapatkan persetujuan resmi.
“Potensi di Purbalingga sangat tinggi untuk pendirian kampus baru. Islam mengajarkan pentingnya pendidikan. Harapannya semakin banyak yang S1, S2 dan S3. Setiap tahun kami menamatkan minimal 60 orang, ini baru di Ponpes kami. Belum se Purbalingga,” ujar Kyai Sahal.
Tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi menjadi salah satu alasan optimisme terhadap kehadiran IAI Purbalingga.
Apabila seluruh proses berjalan lancar, IAI Purbalingga akan menjadi salah satu alternatif pendidikan tinggi Islam di Jawa Tengah yang menawarkan kualitas pembelajaran dengan biaya yang lebih terjangkau, sehingga semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk meraih gelar sarjana, magister, maupun doktor.***



























