KABAR-DESAKU.COM – Dalam tiga tahun terakhir ini, reformasi struktural Indonesia menyentuh banyak sektor riil, sektor perpajakan, hubungan keuangan antara pusat dan daerah, serta reformasi sektor keuangan melalui penerbitan Undang-undang yang baru.
Ada rangkaian yang saling berkaitan di dalamnya dan ini bukan kebetulan belaka. Rangkaian reformasi struktural ini menjadi fondasi yang kita letakkan sebagai landasan bagi Ahmad Ali yang Insya Allah terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tengah bekerja ke depan.
Oleh karena itu, Pemerintahan Sulawesi Tengah mendatang harus mengimplementasikan seluruh perubahan serta reformasi struktural Indonesia tersebut dalam menyongsong tahun-tahun berikutnya.
Selain itu, Pemerintah Sulawesi Tengah juga harus ikut memikirkan keberlanjutan ekonomi. Ada aspek fundamental penting yang harus menjadi perhatian yang serius ke depan yakni energi, pangan, dan kesehatan.
Maka produk lokal menjadi penting dan akan menciptakan multiplier yang lebih tinggi untuk perekonomian Sulawesi Tengah dan akan meningkatkan gerak ekonomi lokal.
Lalu sumber pertumbuhan ekonomi baru Sulawesi Tengah harus didapatkan melalui hilirisasi industri sumber daya alam. Dan pemanfaatan ekonomi digital.
Energi-pangan-kesehatan harus memanfaatkan secara masif ekonomi digital. Dan yang terakhir adalah menuju green. Bahwa sumber pertumbuhan baru ekonomi Sulawesi Tengah adalah di green. Green adalah complementing pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.
Baca juga: Arah Politik Muhammadiyah dalam Pilkada Banjarnegara Tahun 2024
Yang harus dipahami adalah dimaksud dengan infrastruktur bukan hanya bangunan yang beton saja, tapi bahkan juga tentang kesehatan, pangan, dan energi. Karena pihak terkait yang akan menguatkan pembangunan di Sulawesi Tengah ke depannya diminta untuk semakin lama semakin menjadi semacam katalis dari pembiayaan pembangunan secara keseluruhan.
Dan ini membutuhkan cara berpikir yang berbeda di pandangan kita mengenai kondisi ekonomi Sulawesi Tengah. Maka ketika membangun infrastruktur, itu bukan hanya melihat bagaimana transaksinya, struktur financing-nya, bagaimana kelayakan proyeknya, dan ketentuan dari aspek dasar pembiayaan lainya, tapi kemudian juga diminta untuk melihat konteks kedaerahannya.
Ini akan membutuhkan transformasi cara berpikir kita yang fundamental. Namun kita yakin bahwa insya Allah Ahmad Ali selaku Gubernur terpilih Sulawesi Tengah periode 2024-2029 akan melihat ini sebagai arah ke depan yang diinginkan yaitu membangun infrastruktur yang dekat dengan kebutuhan lokal dan yang kemudian meningkatkan kondisi ekonomi daerah setempat.
Membangun infrastruktur kemudian yang dekat dengan penduduk dan dekat dengan kebutuhan penduduk yakni energi, pangan, dan kesehatan.
Maka sangat tepat jika Ahmad Ali menegaskan bahwa program utama yang akan dijalankan jika terpilih adalah mensejahterakan masyarakat.
Dimana Ahmad Ali juga menyoroti kondisi ekonomi Sulawesi Tengah yang meskipun menunjukkan pertumbuhan tinggi, tidak diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ahmad Ali menekankan bahwa hal ini disebabkan oleh dominasi industri nikel yang hanya berdampak pada segelintir pihak.
Menurut Ahmad Ali, sektor tambang merupakan kewenangan pemerintah pusat, sehingga ia tidak akan banyak membicarakan soal tambang jika terpilih.
Baca juga: Tahan Imbang Australia Dengan Skor 0-0 Timnas Dapat Apresiasi dari Presiden Jokowi
Ahmad Ali mengungkapkan keprihatinannya terhadap ketergantungan ekonomi daerah pada industri tambang, yang ia yakini akan mengalami penurunan dalam beberapa dekade mendatang.
Bagaimana dengan nasib Sulawesi Tengah jika tambang sudah tidak ada?” Lalu ia menegaskan pentingnya mempersiapkan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung sektor ekonomi kemasyarakatan, seperti industri pertanian dan nelayan, serta UMKM, untuk menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Ahmad Ali juga mendorong pengembangan wirausaha muda yang mandiri dari ketergantungan terhadap tambang.
Ahmad Ali menginginkan agar Sulteng harus mulai menyiapkan entrepreneur baru hingga 10.000 – 20.000. Selama ini kita terlalu dininabobokkan oleh tambang, kita harus mulai siapkan UMKM yang bisa bersaing.
Ahmad Ali juga melihat pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan sebagai peluang bagi Sulawesi Tengah untuk menjadi pemasok logistik utama bagi kebutuhan ibu kota baru.
Sehingga Ahmad Ali optimis bahwa dengan pengembangan sektor-sektor tersebut, Sulawesi Tengah dapat memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ahmad Ali juga mendorong agar masyarakat harus merubah cara pandangnya, petani harus jadi profesi yang menjanjikan kesejahteraan hidup sebagai fondasi utama membangun harapan baru Sulawesi Tengah menuju Sulteng sejahtera.*
BERSAMBUNG
Ditulis Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS)




























One thought on “Ahmad Ali Optimis Sulteng Dapat Miliki Fondasi Ekonomi Yang Lebih Kuat dan Berkelanjutan (Jilid 65)”